Acara Pisah Sambut : “Terima Kasih Fr Hendy, Selamat Berkarya di Paroki Sragen Fr Rony”

seseParoki Sragen (LENTERA) – Gereja Katolik Santa Perawan Maria mengadakan acara Pisah Fr.Robertus Hendy Kiawan dan Sambut Fr.Hieronimus Rony Suryo Nugroho, Sabtu (15/6). Acara ini dihadiri Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, pengurus Dewan Paroki, anggota paguyuban, serta Orang Muda Katolik di aula Paroki Sragen.

Pukul 19.00, acara dimulai dengan doa pembuka yang dipimpin oleh sdr. Leo Agung Widiarto dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Sarono selaku ketua pelaksana. Kemudian ditampilkan film karya dari Orang Muda Katoli (OMK) yang berjudul “Nakal: Kenakalan yang Memerdekakan”. Film tersebut menggambarkan pribadi dari Fr. Hendy yang memiliki sikap santai, mudah bersahabat, ramah, apa adanya, namun bertanggung jawab dengan tindakan yang dilakukan.

Dari film tersebut, tersirat bahwa menjadi pribadi yang “nakal” tidak selalu menjadi pribadi yang dianggap negatif oleh masyarakat, asalkan dengan kenakalan tersebut, kita mampu menciptakan perubahan positif untuk orang-orang di sekitar kita

Film tersebut memang diangkat dengan berdasar pada refleksi Frater Hendy yang mengung-kapkan bahwa kenakalan adalah  jalan menuju kemerdekaan.

Dalam sesi sharing, Fr. Hendy berpamitan kepada umat diParoki Sragen Beliau berterimakasih kepada seluruh umat atas segala pengalaman yang boleh dialami selama masa Orientasi Pastoral. Frater Hendy mengungkapkan bahwa selama menjalani tahun orientasi pastoral ini dirinya mengalami surplus afeksi, dan meminta kepada seluruh umat agar senantiasa mendoakan dirinya dalam menjalani hidup panggilan Imamat.

Acara dilanjutkan dengan perkenalan dari Fr. Rony. Umat pun ikut berpartisipasi dengan memberikan pesan dan kesan kepada Fr. Hendy selama TOP di Paroki Sragen, antara lain Sdr. Rio sebagai perwakilan dari orang muda Katolik. Romo Hardi selaku Romo Paroki member kesan yang mendalam terhadap Fr. Hendy terutama dalam hal kehidupan berpastoral.

Dalam acara hiburan Romo Hardi, Fr. Hendy, Fr. Rony berkolaborasi membawakan lagu Nderek Dewi Maria secara instrumental. Kemudia dilanjutkan tampilan performing art: melukis dan pembacaan puisi yang diiringi musik kontemporer dari orang muda Katolik. Acara pisah sambut tersebut, ditutup dengan doa penutup oleh Suster Leony. (OMK)