Pelantikan Lektor “Yeremia” Paroki Sragen

Paroki Sragen (LENTERA) – Dengan perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta (19/5) di Gereja Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen dilangsungkan pelantikan LEKTOR dan pengurus paguyuban LEKTOR periode th 2013 – 2015 oleh Pastor Kepala Paroki Sragen Romo Robertus Hardianta,Pr. Dalam homilinya Romo Hardianta,Pr mengucapkan terimakasih kepada semua umat yang dengan sepenuh hati sanggup melayani umat dan Tuhan dalam mewartakan sabda. Beliau juga berharap dengan dilantiknya LEKTOR, peran serta umat ikut terlibat dalam pelayanan di Paroki Sragen semakin nyata.

Tim Kerja Lektor masuk didalam Dewan Paroki Bidang I (Liturgi dan Peribadatan) sebagai ketua Yustinus Sri Winarno. Anggota Lektor yang dilantik berjumlah 132 orang, terdiri dari 1 orang koordinator TK Lektor, 6 orang pengurus inti paguyuban, 4 orang TK Pembagian tugas, 4 orang TK Pembinaan dan Pelatihan, 12 orang koordinator Lektor wilayah, 12 orang koordinator petugas lektor saat misa, dan 93 orang anggota (yang datanya sudah ada).

Kepengurusan paguyuban Lektor “YEREMIA” periode 2013-2015 sebagai Koordinator TK Lektor adalah Benediktus Dwi Uji Kriswinardi dari lingkungan St.Petrus Margo Asri, Pengurus inti (ex officio anggota Dewan Paroki). Ketua paguyuban 1: Cornelius Sunarto, Ketua Paguyuban 2: Fransiskus Xaverius Khulyubi, Sekretaris 1: Robertus Totok Isjayanto, Sekretaris 2: Lusiana Yenni Bekti Hapsari, Bendahara 1: Christina Dwi Haryani, Bendahara 2: Frediswinda Eni Wijayanti. TK paguyuban lektor terdiri dari TK Pembagian tugas, Pembinaan dan Pelatihan, Koordinator tugas misa, dan Koordinator Lektor Wilayah.

Setelah pelantikan dan misa dilanjutkan ramah tamah dengan Rm.Hardiyanta,Pr dengan tujuan agar Lektor yang telah dilantik mendapatkan peneguhan akan tugas-tugas yang diembannya. Pada sambutannya Romo Har memberikan peneguhan bahwa pelantikan Lektor di Paroki Sragen ini baru terjadi satu kali,bertepatan dengan tahun iman,bulan katekese umat, bulan devosi, dan hari pentakosta, dalam arti lain bahwa pelantikan ini momennya tepat dan agar dijadikan momentum bagi umat pada umumnya dan anggota lektor pada khususnya.

Terlebih Romo Har memberikan perumpamaan bahwa seorang lektor (pewarta sabda) ibarat penjual nasi liwet jangan sampai kelaparan karena dagangannya (nasi liwet) sudah habis terjual dan si pedagang tidak punya sisa nasi liwet untuk dimakan. Maksudnya agar para Lektor sebagai pewarta sabda tidak hanya melayani untuk mewartakan sabda kepada orang lain namun juga harus bisa menjalani sabda yang diwartakan dalam kehidupan sehari-hari, ( pintar dalam mewartakan sabda kepada orang lain tapi sikap dan tingkah lakunya tidak sesuai dengan sabda yang diwartakannya) dan juga Romo mengajak semua anggota lektor dalam menjalani tugas dan tanggungjawabnya jangan mengkambing hitamkan kesibukan sehingga tugas yang didapatnya ditinggalkan karena alasan kesibukan. Romo berharap pula agar pengurus segera melengkapi data anggota lektor dan dibuatkan buku katalog yang berisi biodata anggota lektor(agar mudah dalam berkomunikasi dalam menjalankan tugasnya) serta akan dibuatkannya SK (Surat Keputusan) karena Anggota Lektor adalah fungsionaris resmi dalam gereja.

Acara peneguhan selain Romo Paroki yang memberikan wejangan,juga Pak Yus selaku ketua Bidang I, Bu Ima selaku Pembina dan pelatih, Bu Joko selaku sesepuh lektor,dan Pak Kris selaku Koordinator TK Lektor memberikan motivasi dan dorongan agar semua anggota lektor mempunyai rasa professional dalam menjalankan tugas dan kehidupannya. Acara ditutup doa oleh Mas Krisna. Dengan harapan Lektor yang sudah dilantik semakin mampu mewartakan sabda Tuhan kepada orang lain dan dirinya sendiri, terlebih dalam semangat pertobatan yang diwartakan oleh Santa Perawan Maria di Fatima yang menjadi pelindung parokI. (BDUK)