Rekoleksi REKAT 2013 : “Remaja Katolik, Mandiri dan Berani”

Jenawi (LENTERA) – Remaja Katolik (REKAT) Paroki Sragen mengadakan Rekoleksi REKAT yang diadakan di Gereja Wilayah St.Yulius Jenawi hari Jumat (21/6) sampai dengan Minggu (23/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh 29 orang peserta dari kelas VI sampai dengan VIII pada. Rekoleksi yang mengambil tema “Remaja Katolik, Mandiri dan Berani” mempunyai harapan bahwa proses yang dialami bersama selama tiga hari membentuk peserta menjadi Remaja Katolik yang mandiri daslam bertindak serta berani mewartakan iman Katolik.

Pada hari pertama, peserta berdinamika bersama dalam kelompok dan diarahkan untuk “mengenali diri sendiri sebagai Remaja Katolik yang seperti apa.” Peserta diajak untuk sharing (berbagi) pengalaman paling mengesankan yang berhubungan dengan iman Katolik.

Banyak peristiwa serta pengalaman iman yang mereka alami ketika berada di tengah masyarakat, terutama di lingkungan Gereja, masyarakat, maupun di sekolah. Peserta juga diajak untuk menuliskan kegiatan-kegiatan apa saja yang menarik untuk pelajar Katolik usia SMP, kemudian mensharingkan maksud dan tujuan yang akan dicapai dari kegiatan yang direncanakan tersebut. Tujuannya adalah agar sedari dini remaja Katolik mulai memikirkan hal baik demi perkembangan Gereja sehingga tidak ditinggalkan oleh orang muda, khususnya remaja Katolik. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa penutup bersama.

Tema hari kedua rekoleksi adalah: “aku remaja katolik yang mandiri dan berani.” Kegiatan outbound dilakukan dalam rekoleksi ini. Beberapa permainan dalam outbound tersebut selain untuk mengakrabkan, juga bertujuan agar mereka memiliki inisiatif, berani mengutarakan pendapat, mau mendengarkan orang lain, tidak hanya mementingkan diri sendiri, mau peduli dengan orang lain, serta berani membuat keputusan dengan kesepakatan bersama. Malam harinya, peserta berdinamika bersama dengan menampilkan pentas seni dari tiap-tiap kelompok. Dalam pentas seni tersebut, peserta disadarkan bahwa sebagai remaja Katolik, mereka harus berani menampilkan kelebihan serta talenta yang mereka miliki, serta mampu bekerjasama serta memberikan hasil maksimal dengan waktu yang terbatas.

Hari ketiga, peserta diajak agar sebagai Remaja Katolik “mandiri dan berani dengan mampu beradaptasi”. Bapak Alb. Hanung Tri Wibowo, sebagai Ketua  Bidang IV Dewan Paroki, berpesan agar para peserta tidak melupakan kegiatan Gereja. “Belajar penting, sekolah penting, tetapi berkegiatan Gereja juga tidak kalah penting,” kata Pak Hanung menekankan tentang arti keterlibatan di dalam hidup Menggereja. Di dalam dinamikan ini, peserta memilih formatur yang akan memformat dan “meracik” kepengurusan REKAT yang baru. Formatur yang terpilih adalah: Rosalia Suci Damayanti (Lingk. Krapyak/ SMP Saverius), Ignatius David Christian M. (Lingk. Gumantar/ SMP N 1 Sragen), Felix Tegar Yogastera (Lingk. Karang Tengah/ SMP N 1 Sragen), Patrik Maretra Widanna (Lingk. Karang Tengah/ SMP N 1 Sragen), dan Brigita Agustivina (Lingk. Margo Asri). (Rekat)