Retret Pengkayaan Perkawinan I: Couples For Chris Unit Sragen

Karangpandan (LENTERA) – Pasangan untuk Kristus, PASUKRIS (Couples For Christ ) memang Gerakan Rohani baru di Indonesia. Pasukris statusnya harus suami-istri yang sudah kawin sah di Gereja Katolik Gerakannya merupakan kelompok kecil yang lerdiri dari 5,7 pasangan dipimpin seorang ketua kelompok. Stukturnya berjenjang ke atas menjadi piramidal Panggilan Hidup. CFC yang di Indonesia bernama Pasangan untuk Kristus atau Pasukris, adalah suatu gerakan dengan tujuan memperbaharui dan menguatkan kehidupan keluarga Katolik. Pasukris adalah kumpulannya pasangan – pasangan katolik awam yang berkeluarga yang sudah berprasetia untuk memenuhi panggilan hidupnya, yang telah menyerahkan diri kepada Allah melalui Sakramen perkawinannya dengan kesadaran penuh bahwa berkeluarga itu adalah panggilan hidup dari Allah sendiri.

CFC dimulai pada tahun 1981 di Manila, dengan 16 pasang suami istri. Atas Restu Bapa Uskup Jakarta CFC untuk pertama kali masuk ke Indonesia bulan Juli 1990, Masuk paroki Sragen tahun 1993. Pasukris bermaksud melaksanakan karyanya dengan mengarah pada 3 sasaran khusus

1.  Pembaharuan perorangan : Sebelum seseorang dapat memikirkan keluarganya, suami dan istri terlebih dahulu perlu memperbaharui janji setia mereka kepada Allah. Janji kepada tetangga atau orang lain saja bila diingkari bisa berbuntut panjang. Banyak orang lupa bahwa menjadi Katolik itu berarti punya janji kepada Allah waktu dibaptis

2. Pembaharuan Keluarga: Karena para suami dan istri memperbaharui janji kepada Allah, mereka juga memperharui janji setia mereka satu kepada yang lain dalam kehidupan keluarga kristiani mereka sendiri

3. Pembaharuan Gereja: Karena masing-masing keluarga telah diperbaharui, maka mereka membentuk suatu jaringan-jaringan keluarga Kristiani yang mempunyai komitmen sama, yang tidak hanya saling mendukung, tetapi juga memperkuat Gereja. Kelompok-kelompok basis seperti ini merupakan komunitasyang hidup di tengah masyarakat luas.

Setiap pasangan Katolik yang sudah menikah sah di Gereja dapat menjadi anggota Pasukris. Pasangan Suami istri Katolik yang ingin bergabung dengan Pasukris harus mengikuti Seminar yang disebut :”Program Hidup Kristiani ” (CLP) dengan 12 kali pertemuan dalam waktu 3 bulan dengan masing – masing 4 sesi. Setiap sesi terdiri dari: mendengarkan topik, diskusi kelompok, dan waktu untuk keluarga.

Menyelesaikan Seminar PHK memang baru merupakan suatu awal/permulaan dari proses Pembinaan, suatu proses panjang dalam pertumbuhan iman, Karena itu memberikan Program pembinaan berkesinambungan, terdiri rangkaian pengajaran, rekoleksi, retret, acara-acara kekeluargaan. dan lain-lain. Dalam waktu 2 tahun sesudah PHK bila diikuti berturut-turut sepasang suami istri akan menerima pengajaran antara lain : Orientasi tentang janji (dengan Allah) Pelatihan penginjilan, karunia Roh, retret Pengkayaan Perkawinan, Pelatihan Ketua Kelompok, dasar kehidupan Kristiani, Sharing Kitab Suci.

Maka setelah mengikuti PHK selama 4 bulan dilanjutkan pertemuan-pertemuan dikelompok masing-masing, di Paroki sragen terdiri dari 5 kelompok (kelompok 1 diketuai Pasukris FX Tugiman, Kelompok II diketuai Pasukris F Sunaryo, Kelompok III diketuai B Darno, Kelompok IV diketuai Pasukris Y Sukardi dan Kelompok V diketuai A Bambang Widyatmoko),  diadakannya  Retret  Pengkayaan  Perkawinan  I yang dilaksanakan di BUKIT HERMON. Karangpandan Pada hari Jumat s/d Minggu, 27-29 yang diikuti dari Pasukris Sragen 21 Pasang, Singgle:7 ,Pasukris Solo 2 pasang, Singgle:1, Pasukris Jogja 3 Pasang, Pasukris Jakarta 1 (Sebagai Pembina Pusat/ Dewan Nasional).

Retret Pengkayaan Perkawinan (RPP – MER / Marriage Enrichment Retret adalah aktivitas akhir pekan bagi Pasukris untuk menemukan Makna janji perkawinan lebih intim di dalam kerangka rencana Allah. Retret akhir pekan ini memberi kesempatan untuk mendengarkan pengajaran kristiani,kesempatan untuk diskusi dengan pasangan dan lebih khusus lagi berdoa dan perenungan. Struktur, Dinamika dan Elemen-elemen; Doa: Dalam retret, penjadwalan waktu yang cukup baik untuk doa bersama maupun doa pribadi..

Retret ini disusun sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan berpusat pada Kristus. Pengajaran: Retret ini memberi 7 pembicaraan yang berpusat pada pemeriksaan bidang-bidang penting dalan perkawinan dan kehidupan keluarga Kristen. Pembicaraan tidak hanya merupakan pengajaran dari Kitab Suci, tetapi pasangan yang berbicara juga akan memberikan pedoman praktis. Diskusi Pasangan: Setelah pembicaraan disampaikan, suami istri akan bertemu secara khusus untuk mendiskusikan dan berdoa mengenai segi-segi tertentu dalam perkawinan dan kehidupan keluarga mereka yang perlu mereka perbaiki. Rencana Tindakan : Menjelang akhir Retret, suami dan istri akan bertemu secara khusus untuk merumuskan langkah-langkah tetentu yang akan merek alakukan agar apa yang diajarkan dapat dipraktekkan, demikian juga hal-hal yang perlu diatasi karena mengganggu/ menghalangi pertumbuhan mereka dalam perkawinan kristiani. Persaudaraan: Untuk meningkatkan relasi antar peserta dan merangsang kebersamaan serta hiburan yang sehat, retret ini menyediakan waktu para pasangan untuk saling berinteraksi maupun dalam bentuk program dimana setiap pasangan mengambil bagian secara aktif. Perayaan Ekaristi : Puncak retret akhir pekan ini pada hari Minggu dirayakan Ekaristi Kudus.yang dipimpin oleh Romo Josafat Prihartanta Pr. Dalam misa ini tiap pasangan memperbaharui janji perkawinan mereka dan mempersembahkan kepada Allah rencana aksi dan tindakan mereka.