Misa Novena Ngrawoh 6 Putaran III

Ngrawoh (LENTERA) – Kamis Pon Malem Jum’at Wage jatuh pada tanggal (18/7). Kali ini misa dipimpin oleh Romo Andreas Setyobudi Sambodo, putra Sragen asli Masaran. Perawakannya yang pendek tidak mengecilkan perannnya. Beliau selalu menyapa anak-anak disuruh maju ke depan dan menyanyi bersama Romo Budi. Lagu favoritnya ‘Sinanggar Tulo’ yang diubah syairnya. Ikut Tuhan Yesus pasti gaul lho.

Dalam ekaristi malam itu Romo Budi mengajak seluruh umat meneladan Maria yang senantiasa menerima dan mengikuti kehendak Allah, meski harus banyak menanggung derita. Maria tumbuh dalam bimbingan orang tua. Ia adalah wanita bersahaja putri Bapa Yoachim dan Ibu Anna. Orangtuanya membimbingnya untuk senantiasa berdoa, sebab doa menjadi kekuatan hidupnya. Doa mengarahkan hidup untuk tetap bersandar kepada kehendaknya meski banyak perkara harus ditanggung. Ini membuat kita tangguh beriman, tidak gentar menghadapi deraan hidup. Orangtua mesti mengajari anaknya doa yang baik.

Romo Budi memberi ilustrasi demikian: Ada seorang anak akrab dengan Romo parokinya. Dia menelepon Romo itu katanya ada yang sakit di rumahnya. Romo itu bergegas datang lengkap dengan minyak suci dan buku doa. Ternyata yang sakit adalah anjingnya. Lalu didoakan demikian: ‘Hai anjing, kalau mau sembuh, sembuhlah. Tetapi kalau mau mati, ya matilah.” Pada kesempatan lain, Romo itu yang sakit, lalu anak itu beserta teman-temannya datang menjenguknya. Ketika tiba waktunya untuk berdoa, anak itu bingung harus berdoa bagaimana. Lalu ia teringat doa Romo bagi anjingnya yang sakit. Inilah doa anak itu: ‘Hai Romo, kalau mau  sembuh, ya sembuhlah. Tetapi kalau mau mati, ya matilah. Ceritanya berakhir di situ.

Romo Budi juga meminta mengajari anak untuk berterima kasih. Anak-anak yang dipanggil ke depan tadi disuruh menemui orangtuanya dan mengucapkan terima kasih karena sudah diajak berdoa di Taman Doa Ngrawoh ini. Mengucapkan terimakasih adalah wujud kasih yang paling wajar.

Hal ketiga yang disarankan Romo Budi adalah menomor satukan kehendak Allah. Seperti kata Maria: ”aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Demikian kiranya, kita belajar PER Mariam Ad Yesusm. Melalui Maria menuju pada Yesus, doa kita lewat bimbingan bunda Maria mesti membawa kita semakin dekat pada Yesus.

Bulan depan tanggal 22 Agustus 2013, Novena ke 7 akan dipimpin Romo Agus Supriyadi. Putra Sragen asli Ngrawoh dengan petugas Liturgi komplit dari Wilayah Sidoharjo. (Atmadi)