Pesta Nama Santa Pelindung Gereja Wilayah Santa Maria Asumpta Sidoharjo

Sidoharjo (LENTERA) – Wilayah Bartolomeus Sidoharjo yang memiliki Gereja dengan nama Santa Pelindung Maria Asumpta memperingati Pesta Nama Pelindung pada Hari Minggu, (11/8) pukul 16:30 WIB yang sebenarnya peringatannya pada tanggal 14 Agustus.

Banyak kegiatannya yang diadakan panitia peringatan santa pelindung ini. Diantaranya pada hari Minggu (4/8) pukul 9:00 WIB di Gereja Wilayah Sidoharjo diadakan lomba untuk PIA dan PIR. Lomba-lomba meliputi lomba Lomba mewarnai, melukis, menyanyi dan lomba lektor. Yang diikuti kurang lebih 20 PIA dan PIR dari Wilayah Sidoharjo. Dari lomba ini didapatkan 3 juara yang diumumkan pada Misa Puncak Perayaan Pesta Nama.

Selain itu juga diadakan sarasehan Sabtu (10/8) pukul 19:00 WIB, di halaman Gereja Wilayah Sidoharjo. Sarasehan diikuti kurang lebih 60 orang dari berbagai lingkungan di wilayah Sidoharjo dan beberapa ketua lingkungan dan pengurus lingkungan diluar wilayah Sidoharjo. Mengangkat Tema “10 Perintah Allah” dengan narasumber yang pertama Rm. Joshapat Kokoh Prihatanto,Pr, yang kedua Rm.Yohanes Ari Purnomo,Pr, dan yang ketiga  dr.Kusumartuti selaku Tim Pewartaan Dewan Paroki Sragen. Dengan tema itu Romo Josh mencoba menegaskan keteladanan Maria dari Asumpta untuk menjadi spiritualitas dasar umat Sidoharjo. Umat yang diharapkan bangga, bahagia memiliki Maria Asumpta sebagai santa pelindung yang hangat, andal, militan, bahagia, dan aktual. Selanjutnya kembali dikuatkan dan diteguhkan oleh Romo Ari yang menegaskan peringatan ini adalah pesta nama pelindung Gereja, bukan hari ulang tahun Gereja Sidoharjo. Dan yang terakhir oleh dr.Kusumartuti. Bagian akhir  sarasehan diisi dengan sesi tanya jawab. Acara terkesan hangat namun santai karena diiringi dengan selingan organ tunggal dengan lagu-lagu klasik.

Serangkaian kegiatan tersebut di akiri dengan Misa Puncak pada Minggu (11/8) yang di pimpin oleh Romo Vikep yaitu, Romo Antonius Budi Wihandono, Pr dan romo paroki Sragen Romo Rhobertus Hardiyanta,Pr. Misa dihardiri kurang lebih 700 umat dari berbagai lingkungan diparoki Sragen. Dalam homilinya Romo Budi menyampaikan bahwa Maria sudah lulus dalam segala hal, lulus dalam hal iman, lulus sebagai ibu, lulus sebagai saudara, dan lulus dalam pewartaan Kristus. Dan kepada umat disampaikan, apakah umat sudah lulus dalam hal iman? Lulus sebagai bapak? Lulus sebagai anak? Lulus sebagai pengurus gereja? Dan terlebih sudah luluskah dalam menjadi Umat Kristus?. Misa yang diiringi dengan gamelan khas Sidoharjo tampak begitu meriah kala lagu penutup dinyanyikan lagu-lagu nasional yang dinyanyikan dengan lantang dan gamelan secara rancak.

Misa ditutup dengan pembagian hadiah atas lomba-lomba yang sudah terlaksana dan wujud syukur atas pesta nama pelindung Gereja ini disimbolkan dengan berkahan tumpeng, secara simbolis tumpeng dipotong oleh Romo Paroki dan diserahkan kepada Kutua Wilayah Sidoharjo Bapak Antonius Sutrisno. Sehabis misa, umat diajak untuk makan bersama dihalaman gereja yang nampak hangat dan bersahabat. Misa dapat bejalan dengan lancar karena berkat kerja sama dengan tim keamanan Polsek Sidoharjo dan OMK Paroki Sragen.(Yd)