Quo Vadis Paroki Sragen ?

Oleh: Petrus Widodo – Di bulan September ini Paroki Santa Perawan Maria (SPM) Fatima di Sragen berulang tahun yang ke – 56. Tepatnya tanggal 02 September 2013. Usia 56 itu ibarat orang bekerja normal sudah memasuki masa pensiun, tetapi pada ulang tahunnya yang ke – 56 ini, Paroki SPM Fatima di Sragen belum ada tanda – tanda  kehamilan / akan melahirkan, maksud penulis adalah lahirnya Paroki baru di wilayah Paroki SPM Fatima di Sragen.

Menurut sepengetahuan penulis di Kevikepan Surakarta yang meliputi kabupaten se solo raya, tinggal kabupaten Sragen yang satu kabupaten hanya ada satu Paroki (silakan melihat Kabupaten yang lain). Di Gemolong akan lahir Paroki baru, itu pun yang melahirkan bukan dari Paroki Sragen, tetapi dari Paroki Purbowardayan yang merupakan salah satu paroki di Wilayah Kota Surakarta. Wilayah Surakarta meliputi lima Kecamatan yang memiliki lima Paroki, satu diantaranya adalah Paroki Purbowardayan yang akan melahirkan Paroki baru di Gemolong (dalam proses), yang merupakan wilayah Kabupaten Sragen.

Pertanyaannya adalah Bagaimana ini bisa terjadi? Minimum ada dua jawaban, pertama: seluruh umat di Paroki SPM Fatima di Sragen belum semua berusaha maksimum untuk mewujudkan berdirinya Paroki baru termasuk para pengurusnya. Kedua : belum seluruh umat di Paroki SPM Fatima di Sragen berkehendak untuk berdiri Paroki baru termasuk para pengurusnya (lebih nyaman menjadi satu Paroki). Atau mungkin ada jawaban lain yang lebih tepat? Tuhan berkehendak / punya rencana lain? Semua terserah pada umat Paroki SPM Fatima di Sragen. minimal bisa menjadi bahan renungan kita bersama di HUT ke – 56 ini.

Berdasarkan pendataan tahun sebelumnya di Paroki kita ini ada 11 Wilayah (empat wilayah dalam kota, tujuh wilayah di luar kota Sragen), datanya sbb: 1. Wilayah Petrus : 292 KK. 2. Wilayah Yakobus Rasul Mojo : 158 KK. 3. Wilayah Andreas : 193. 4. Wilayah Paulus : 214 KK. (ke empat  wilayah ini berada dalam kota / seputar gereja Paroki SPM Fatima dan masing – masing belum ada gereja wilayah) wilayah yang berada di luar kota antara lain : 1. Wilayah Lukas Tanon : 109 KK. 2. Wilayah Matius Tangen : 96 KK. 3. Wilayah Bartolomeus Sidoharjo : 222 KK. (Punya Gereja Wilayah) 4. Wilayah Yohanes Rasul Kedawung : 224 KK.(punya gereja Wilayah) 5. Wilayah Yulius Jenawi : 75 KK. (Punya gereja Wilayah) 6. Wilayah Matias Masaran : 65 KK. 7. Wilayah Simon Gondang : 72 KK.

Kalau mau serius, sebenarnya ada wilayah – wilayah yang punya potensi untuk dikembangkan menjadi stasi / kuasi Paroki / bahkan menjadi Paroki. Menurut hemat penulis saat ini yang paling punya potensi adalah Wilayah Yohanes Rasul Kedawung. BD.***