Setiap Langkah adalah anugerah

Oleh:  Petrus Sumar Indratno – Seorang professor diundang untuk berbicara disebuah basis militer. Disana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Kopral Djono, penjemputnya dibandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.

Ketika berjalan keluar, Kopral Djono sering menghilang. Banyak hal dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat Sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?” tanya sang professor.

“Melakukan apa?” tanya Djono.

“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” desak sang professor.

“Oh,” kata Djono, “selama perang! Saya kira perang telah mengajari saya banyak hal”

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya selama di Vietnam. Juga tetang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. “Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah.” Katanya

“Saya tak pernah tau, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.  Nilai manusia tidak ditentukan dengan bagaimana kita mati, melainkan bagaimana kita hidup untuk berkarya mewartakan kasih Tuhan.

Kekayaan manusia bukan apa yang kita peroleh, melainkan apa yang telah kita berikan kepada sesama baik yang kecil,lemah,miskin,tersingkir dan difabe.***

Selamat menikmati setiap langkah Anda!