Meneladan Santa Perawan Maria Di Fatima: Peduli Terhadap Sesama Dan Keutuhan Ciptaan

Oleh: Robertus Hardiyanta, Pr.- Tahun 2013 ini paroki kita: Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima, Sragen genap berusia 56 tahun. Bagi seorang pegawai negeri, usia 56 tahun adalalah awal masa pensiun, saat untuk menikmati hidup, saat untuk “momong cucu”, saat untuk lebih punya waktu dan perhatian pada hal-hal yang rohani.

Bagi sebuah paroki, usia 56 tahun kalau diibaratkan pohon mangga, seperti yang ada di halaman gereja dan pastoran Maria Fatima Sragen, pastilah sudah menghasilkan buah yang tak terhitung banyaknya di setiap musim; akarnya sudah begitu kokoh tak tergoyahkan dan tak akan tercabut oleh angin yang menerpa. Pohon itu tak akan mati di musim kemarau yang paling kering sekalipun karena akarnya bisa mengambil air yang meresap di lapisan tanah yang dalam.

Bagaikan pohon yang kokoh, iman katolik yang tertanam di bumi Sukowati ini juga telah menjadi tempat naungan yang teduh bagi siapapun, telah menjadi bagian dari harmoni kehidupan di tengah keanekaragaman budaya dan hidup sosial kemasyarakatan. Kehadiran Gereja katolik di bumi Sukowati telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan yang akan tetap terpatri.

Ulang tahun paroki ke 56 ini juga bertepatan dengan kunjungan Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang untuk menerimakan Sakramen Penguatan yang dijadwalkan setiap 2 tahun sekali pada tahun ganjil dan akan terlaksana pada tanggal 26 Oktober 2013. Ulang tahun ke 56 ini juga berada di Tahun Iman yang dicanangkan oleh Bapa Suci emeritus Benedictus XVI pada bulan Oktober tahun 2012 dan akan berakhir pada bulan November 2013. Tahun 2013 juga merupakan tahun ke-3 pelaksanaan ARDAS KAS 2011-2015 yang mengajak Umat Allah Keuskupan Agung Semarang untuk dapat semakin mewujudkannya. Ulang tahun ke-56 ini juga menjadi lengkap karena dibarengi dengan pergantian Rama Yohanes Ari Purnomo, Pr yang mendapat tugas baru sebagai misionaris domestik di Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat dan digantikan oleh Rama Franciscus Xaverius Suyamta Kirnasucitra, Pr. Dan tak lupa bahwa tahun 2013 adalah tahun persiapan bagi bangsa dan negara kita menghadapi pemilu presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif.

Maka menyambut ulang tahun paroki yang ke-56 ini, kegiatan yang dicanangkan oleh panitia Ad Hoc diupayakan agar dapat merangkum semua hal yang melatar belakanginya dengan harapan bahwa Gereja makin signifikan dan relevan baik ke dalam bagi umat maupun ke luar bagi masyarakat.

Kegiatan memperdalam iman dilaksanakan dengan pendalaman spiritualitas Santa Perawan Maria Di Fatima melalui kunjungan (kirab) Bunda Maria ke setiap lingkungan yang ada di paroki, dibarengi dengan sarasehan dan pengecekan (penilaian) kelengkapan administrasi Lingkungan sebagai sarana pendukung pelayanan umat. Selain itu juga diadakan rekoleksi umat Lingkungan dengan menghadirkan 44 orang Frater dari Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta  dan beberapa orang Suster SFS. Kesempatan ini juga digunakan sebagai aksi panggilan bagi anak-anak, remaja dan kaum muda.

Kegiatan kemasyarakatan dilaksanakan dengan mengundang masyarakat warga  untuk tirakatan dan syukuran. Kehadiran masyarakat warga menjadi manifestasi dukungan dan pengakuan yang nyata atas kehadiran Gereja katolik di tengah masyarakat. Selain itu dalam rangka bulan ASG (Ajaran Sosial Gereja) juga diselenggarakan kegiatan “Ngompol” (ngomong tentang politik) sekaligus membuka wawasan umat menyambut pilpres/wapres dan pileg 2014.

Kegiatan mewujudkan ARDAS KAS sehubungan dengan melestarikan keutuhan ciptaan direncanakan dengan merayakan HPS (Hari Pangan Sedunia) pada tanggal 20 Oktober 2013 di Kapel Gayam dengan ekaristi khusus disertai pemberkatan aneka ternak dan pembagian bibit tanaman pangan. Selain itu juga direncanakan untuk menyelenggarakan sarasehan yang dikemas dalam acara yang dikenal dengan nama “Wedangan Pattimura 2” itu, dengan mengundang para narasumber dan umat dari Gereja-gereja Kristen yang ada di Sragen. Sarasehan ini akan membahas mengenai melestarikan aneka hayati dan hewani dan mengupayakan tanaman serta makanan yang sehat.

Kepedulian terhadap sesama dilaksanakan dalam kegiatan rutin untuk mengirim bantuan air bersih kepada masyarakat di tempat-tempat yang sudah mulai mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih, aksi sosial donor darah dan pelayanan kesehatan bagi para lansia.

Sebagai puncak acara adalah perayaan liturgis: Syukur atas ulang tahun paroki ke 56 dalam ekaristi yang dipimpin Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Keuskupan Agung Semarang. Sekaligus dalam ekaristi tersebut Bapak Uskup berkenan menerimakan Sakramen Penguatan bagi para calon yang sudah sejak awal tahun dipersiapkan.

Dengan semua kegiatan itu diharapkan bahwa iman terungkapkan secara makin mantap, tetapi juga terwujud dalam aneka kegiatan. Istilah lainnya dari altar menuju pasar. Kegiatan gereja tidak hanya berkisar di sekitar altar, tetapi juga melaksanakan karya nyata.

Walau demikian disadari bahwa masih banyak hal yang semestinya bisa dilaksanakan agar Gereja semakin signifikan dan relevan baik ke dalam maupun ke luar. Pengembangan paroki di bumi Sukowati ini menjadi lebih dari satu paroki menjadi suatu pemikiran yang harus diolah lebih lanjut dan dibicarakan dengan banyak pihak. Beberapa keprihatinan sehubungan dengan penggembalaan dan pengembangan umat, proses pengajuan permohonan untuk memperoleh izin pendirian kapel di wilayah Masaran dan pembangunan Taman Doa di Ngrawoh adalah hal-hal yang harus dihadapi oleh Gereja yang sudah berumur 56 tahun ini. Semoga di usianya yang sudah boleh dikatakan “matang”, dalam perlindungan Santa Perawan Maria Di Fatima, Gereja Katolik di bumi Sukowati ini makin menjadi tanda hadirnya kerajaan Allah yang mendewasakan iman umatnya dan menjadi tanda hadirnya kasih Allah bagi masyarakat. Dirgahayu paroki SRAGEN.