Kunci Sukses Meningkatkan Hasil Pembelajaran Berbasis Motivasi Arces

Oleh : Andreas Kosasih

kunci

PENDAHULUAN

Kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan motivasi pembelajaran akan berakibat pada: (a) perhatian siswa  yang kurang terbangun, (b) pembelajaran yang kurang relevan dengan kebutuhan siswa, (c) siswa kurang percaya diri mengikuti pembelajaran, (d) pembelajaran yang kurang menyenang dan  (e) peserta didik tidak puas dengan pembelajaran. Oleh sebab itu dalam pembelajaran seorang guru diharapkan  tidak selalu terikat  pada satu  teori saja, tetapi guru diharapkan mampu  mengembangkan variasi dalam menggunakan  pendekatan, model, metode, media dan strategi yang dapat menyenangkan siswa.  Sehinggga motivasi siswa akan  tumbuh dan berkembang, dan  hasil pembelajaran bisa maksimal secara kognitif, psikomotorik maupun afektif.

MOTIVASI ARCES

Halimah Harun (2006: 96)  menegaskan: “Attitude, interest and motivation play an important  role in student achievement. Therefore, teachers as well students should  developed their attitude, interest and motivation in the teaching and learning  process to achieve the target objectives. Sikap, minat dan motivasi  memainkan peranan penting dalam menentukan tahap pencapaian masing-masing. Justru guru dan siswa harus berusaha untuk memupuk sikap, minat dan motivasi supaya proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.  Menumbuhkan sikap, minat dan motivasi dalam pembelajaran merupakan tugas penting guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sebab motivasi merupakan penyumbang (kontributor) yang sangat signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Iklim sekolah dan motivasi pembelajaran saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain. Iklim pembelajaran dan kelas yang mengesankan bagi siswa,  akan meningkatkan  motivasi pembelajaran (Ahmad Zabidi Abdul Razak, 2006: 6). Apabila  peserta didik tidak melakukan sesuatu seperti yang seharusnya dilakukan oleh teman-temannya, maka perlu diselidiki penyebabnya. Penyebabnya dapat bermacam-macam yang datangnya  dari guru, siswa atau lingkungan. Penyebab yang datangnya dari guru, ada kemungkinan karena guru kurang piawai dalam memberikan motivasi kepada peserta didik. Penyebab dari peserta didik, antara peserta didik

yang satu dengan yang lain sangat mungkin berbeda : kemungkinan karena tidak mampu, malas, lapar, sakit, malu, benci, sibuk mengerjakan tugas lain, ada masalah dengan orang tua atau teman dan lain sebagainya (Andreas Kosasih, 2003: 32-33). Sedangkan penyebab yang datangnya karena faktor lingkungan, kemungkinan lingkungan kurang mendukung, sehingga lingkungan menghambat tumbuh dan berkembangnya motivasi belajar. Menurut Keller (1987: 5) salah satu penerapan dan pengembangan sistem motivasi itu adalah model: Attention (perhatian), Relevance (relevan), Confidance (percaya diri) dan Satiscaftion  (kepuasan) yang disingkat dengan  model ARCS (ARCS Models) (http://en.wikimedia.org/wiki/motivasi).  Guru dalam proses pembelajaran dapat menerapkan dan mengembangkan prinsip-prinsip motivasi ini dengan tujuan untuk merangsang, membangkitkan, meningkatkan dan memelihara  motivasi peserta didik (Suciati, Prasetya Irawan dan  Wardani,  1997: 52). Sejalan dengan itu, lebih lanjut Keller dalam Suciati dan Syarifuddin Winatasaputra (1997: 42) mengemukakan bahwa seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran disebut sebagai model ARCS yaitu: Pertama, Attention, bahwa perhatian peserta didik akan muncul karena didorong rasa ingin tahu. Oleh karena itu rasa ingin tahu peserta didik perlu dirangsang dengan sesuatu yang baru, lain daripada yang telah ada. Dengan kata lain, motivasi belajar yang kuat akan terbentuk apabila peserta didik menganggap  bahwa pembelajaran menarik.  Kedua, Relevance, bahwa relevansi antara apa yang dipelajari dengan kebutuhan itu mampu meningkatkan motivasi untuk berprestasi.  Ketiga, Confidence, bahwa rasa percaya diri berupa harapan untuk berhasil akan meningkatkan motivasi berprestasi. Dengan demikian dalam diri siswa terbangun rasa mampu melakukan atau berbuat sesuatu.  Keempat, Satisfaction, kepuasan karena keberhasilan akan terus memacu peserta didik mencapai keberhasilan di bidang yang lain. Rasa puas yang dirasakan akan memotivasi untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Menurut penulis keempat prinsip motivasi yang disebut dengan ARCS belumlah cukup,  sebab keempatnya lebih cenderung dan dominan  menggarap ranah kognitif dan psikomotorik dan perlu dikembangkan penggarapan ranah afektifnya siswa secara lebih tajam.  Oleh sebab itu, menurut peneliti perlu dikembangkannnya model ARCS menjadi ARCES dalam pembelajaran menulis,  dengan harapan  berkat pengembangan model ini pengembangan  ranah dalam diri siswa lebih tergarap secara  intergral dan holistik.  Unsur E  yang dimaksud dalam ARCES adalah Enjoyment  yaitu siswa memiliki rasa senang terhadap idea melakukan kegiatan pembelajaran.

SIMPULAN

1.Implementasi pembelajaran di Sekolah saat ini sangat beragam. Keragaman tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: latar belakang pendidikan guru, pengalaman guru yang berbeda–beda yang berpengaruh terhadap pemilihan pendekatan, pemilihan model, pemilihan bahan, penyajian bahan, pengembangan motivasi, pengembangan metode, pemanfaatan media dan penyusunan RPP, pemahaman silabus, cara-cara dalam melaksanakan evaluasi dan cara-cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Model pembelajaran berbasis motivasi ARCES (ARCES Based Motivation) lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional. Simpulan tersebut didukung data kumpulan dari keenam sekolah bahwa rata-rata nilai tes akhir (post tes) pengembangan model pembelajaran berbasis motivasi ARCES yaitu 83,94, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai tes akhir (post tes) pembelajaran secara konvensional yaitu 75,79.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Zabidi Abdul Razak. 2006.  Ciri Iklim Sekolah Berkesan: Implikasinya Terhadap Motivasi Pembelajaran. Journal of Education Universitas Kebangsaan Malaysia Volume 31, 2006.

Keller, JM. 1987. Development and Use of The ARCS Models of Motivational Design. J. Instr. Dev. New Jersey.

Kosasih, A. 2003. Pengaruh Penggunaan Media Gambar dan Motivasi Belajar Terhadap Kepribadian Siswa pada Pendidikan Budi Pekerti. (Tesis)  Surakarta: Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret.

———-2013. Panduan Pembelajaran Menulis Berbasis Motivasi ARCES untuk Siswa SMA. Salatiga: Widyasari Press.

———- & Angkowo, R.  2007. Optimalisasi Media Pembelajaran.  Jakarta: Grasindo.

———-, Haris Mudjiman, St. Y. Slamet, dan Budhi Setiawan. 2013. The Development of Writing Learning Model Based on the ARCES Motivation for Students of Senior High School. Journal of Education and Practice. California State University. Volume 4 No 12.

Suciwati, Prasetya Irawan & Wardani. 1997. Teori Belajar, Motivasi dan Ketrampilan Mengajar.  Jakarta: PAU-PPAI. DIRJEN DIKTI.

———- dan Udin Syarifuddin. 1997. Teori Motivasi dan Penerapannya dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Dikti.

*Andreas Kosasih

E-mail: kosas_ih @ yahoo.com