Rekoleksi Panitia Pembangunan Taman Doa Ngrawoh

Ngrawoh – (LENTERA) Kamis (31/10) Rekoleksi pembangunan Taman doa Ngrawoh diadakan. Bertempat di Kapel Ngrawoh, dihadiri  oleh seluruh panitia pembangunan dengan pemberi materi rekoleksi Pastor FX Sukendar WS. Pr , Vikjen Keuskupan Agung Semarang. Rekoleksi tersebut diawali doa oleh Bapak Atmadi, kemudian panitia diajak untuk ‘sedikit berkeringat dengan gerak lagu yang dipimpin oleh Suster Bernadin.  Pastor FX Sukendar menawarkan kepada panitia untuk memahami 12 poin penting, yaitu :

Pertama, karya keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus tidak dilepaskan dari peran penting Bunda Maria: melahirkan Kristus, Sang Juru Selamat, mendampingi Yesus dengan setia di akhir hayat-Nya dan kebangkitan-Nya.

Kedua, Allah berkehendak untuk memperbarui manusia yang jatuh dalam dosa (kej 1:31): manusia harus kembali menjadi ciptaan yang “sungguh amat baik”.

Ketiga, Bunda Maria adalah anak Yoakim dan Anna, dilahirkan sekitar tahun 18 SM, saat bangsa Romawi menduduki wilayah utara Palestina (Galilea) di daerah Ceprosis.

Keempat, Jejak hidup Bunda Maria dapat kita temukan dalam kata maupun perbuatan, misalnya dalam perkataan: a. Menyatakan kesediaan atas segala perintah Allah (Luk 1:26), b. Menyanyikan pujian untuk Allah(Luk 1:46-56), c. Meminta para pelayan untuk taat (Yoh 2:5), sedangkan di dalam perbuatan : a. Memperhatikan dan membantu orang lain (Luk 1:39-56 ; Yoh 2:11), b.Mendampingi Putranya di kayu salib (Yoh 19:25-27), c. Menemani para Rasul menanti kedatangan Roh Kudus (Kis 1:12-14).

Kelima, tentang pernyataan kesediaan Maria : “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan: Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38): manusia sejatinya hanyalah hamba, yang harus patuh terhadap kehendak Allah.

Keenam, nyanyian pujian adalah ciri khas orang beriman, penuh Roh Kudus, percaya akan kehendak Allah.

Ketujuh, perkataan Maria: “apa yang dikatakan kepadamu buatlah itu” (Yoh 2:5), mempunyai arti manusia harus melakukan perintah Allah. Kedelapan, “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati-Nya dan merenungkannya”, ajakan kepada umat Katolik untuk berpasrah diri dan menyerahkan segala perkara kepada Allah dengan menyadari dan merenungkannya. Kesembilan, memperhatikan dan membantu orang lain dengan “kunjungan” atau “aksi nyata”, bukan hanya teori.

Kesepuluh, dalam pendampingan: kehadiran Pastoral seharusnya bisa menjadi sebuah pendamping yang selalu memberikan efek yang positif kepada umat. Kesebelas, menjadi teman peziarahan yang setia melewati semua rintangan hidup. Keduabelas, gaya dan budaya hidup yang mengacu pada Bunda Maria dan Yesus.

Pastor FX Sukendar menegaskan bahwa: “Tidak hanya panitia saja yang harus meneladani 12 hal tersebut. Semua umat juga harus meneladani 12 hal tersebut sebagai patokan untuk hidup sebagai putra Allah.”