Misa Novena Ngrawoh IX

GUYUB DAN RUKUN DALAM MEMBANGUN GEREJA

Ngrawoh (LENTERA) – Tidak seperti beberapa malam sebelumnya, malam itu, Kamis Pon (31/9) tampak cerah dan tidak diguyur hujan. Panitia Novena putaran ketiga telah mempersiapkan kajang dan kursi sebagai antisipasi turunnya hujan di Novena ke sembilan tersebut. Sebanyak 600 kursi telah disiapkan untuk seluruh umat yang hadir. Misa Novena yang dipimpin oleh Vikaris Jendral (Vikjen) KAS Rm. F.X. Sukendar Wignyosumarta ini, mengambil tema Dados Suci Kadyo Ibu Maria Nggadhahi Jantraning Gesang Langgeng. Tema ini merupakan sub-tema dari tema umum Novena putaran ketiga, yaitu Wujuding Asih Tresna kangge Nggegesang Timbalaning Pamartobat Lantaran Ibu Maria Fatima kanthi Angayati lan Ngamalaken Piwucaling Pasamuan Suci.

Dalam homilinya, Rm. Kendar mengungkapkan, bahwa umat perlu memiliki semangat pertobatan untuk dapat semakin guyub dan rukun dalam mengembangkan iman dan membangun Gereja. “Segala usaha kita pun perlu kita letakan dalam konteks besar, yaitu untuk menyambut The Greatest Jubilee (Yubileum Teragung) pada tahun 2033 nanti,” ungkap Rm. Kendar. Beliau juga mengutip pemikiran James W. Fowler mengenai teori perkembangan iman. Menurut Fowler, manusia mengalami tujuh tahap perkembangan kepercayaan eksistensial pada hidupnya. Kepercayaan manusia pun berkembang secara berangsur-angsur menuju kepercayaan yang semakin matang. Diharapkan kita pun dapat semakin mengembangkan diri kita menuju kedewasaan iman.