Datanglah, Ya Raja Damai (Yes 9: 5)

lahirOleh: Sr.M.Bernardin SFS– Kedatangan seorang raja atau pejabat tentu akan disambut oleh rakyat banyak dengan segala persiapan yang matang, agar seluruh rangkaian acara penyambutan dapat berjalan lancar, meriah, dan membahagiakan sang pejabat dan seluruh tamu yang mengiringinya. Begitu juga, kelahiran seorang anak yang akan menjadi ‘tamu istimewa’ sebagai anggota baru dalam sebuah keluarga membutuhkan berbagai persiapan.

Pada umumnya kelahiran seorang anak dinantikan oleh kedua orang tuanya, sanak keluarga, maupun sahabat dari kedua orang tua dari bayi yang akan lahir. Masa penantian kelahiran dijadikan masa persiapan dalam menyambut kelahiran sang bayi dengan berbagai hal; antara lain dengan menjaga kesehatan ibu dan anak yang ada dalam kandungan dengan cara melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan secara rutin, senam kehamilan, mengkomsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang mendukung pertumbuhan bayi agar tumbuh sehat, menyiapkan segala kebutuhan yang akan dipakai untuk persalinan maupun setelah bayi lahir, merencanakan nama untuk bayi yang akan lahir, dan masih banyak lagi kesibukan demi kelancaran, keselamatan, dan kenyaman bayi yang akan lahir. Hingga pada suatu hari tibalah waktu yang dinantikan, kelahiran bayi mungil di dunia ini yang tentunya akan membawa sukacita bagi setiap orang di sekitarnya. Sukacita ini dikabarkan kepada sanak keluarga dan sahabat bahkan yang tinggal di tempat yang jauh sekalipun.

Perayaan kelahiran Tuhan Yesus yang kita rayakan setiap tahun juga kita persiapan selama masa adven. Berbagai kegiatan kita lakukan baik secara pribadi maupun komunal dengan mengadakan pendalaman iman dan refleksi, membangun sikap tobat secara pribadi maupun bersama sebagai warga gereja agar Tuhan Yesus sungguh berkenan lahir dan tinggal di palungan hati kita, di tengah keluarga, maupun di tengah komunitas kita dengan nyaman dan membahagiakan hati Tuhan Yesus. Pada puncak perayaan kelahiran Tuhan, kita rayakan dalam peribadatan yang meriah, bahkan dengan hal-hal yang lahiriah, seperti membuat gua Natal dengan hiasannya, mengenakan baju baru, membuat menu lebih istimewa, dan lain sebagainya. Tentunya, merayakan Natal yang utama bukanlah hal-hal yang lahiriah melainkan yang batiniah, sehingga Natal yang berarti kelahiran dapat memengaruhi kita terlahir sebagai pribadi yang hidup baru.

Kelahiran Sang Raja Damai yang sederhana ini dikabarkan pertama-tama kepada para gembala. Para gembala pada umumnya miskin dan tersisih, dipandang sebagai ‘orang yang tidak terhormat’ yang diabaikan, kotor, dan tak tahu hukum. Melalui orang-orang sederhana ini, berita keselamatan tersebar ke seluruh Israel. Para malaikat mewartakan perdamaian sebagai anugerah kebaikan Allah. Para gembala bergegas-gegas pergi ke Betlehem karena mereka ingin sekali menanggapi berita keselamatan itu (Luk 2: 8-18). Memang, Kaisar Agustus dianggap dapat mendatangkan kedamaian di wilayah kekaisarannya, tetapi hanya kedamaian semu dengan paksa yang dihadirkan oleh kekuatan militer Romawi, kedamaian sejati datang melalui Yesus (Yoh 14: 27).

Yesus yang adalah Raja Damai, kita nantikan kedatangan-Nya agar menjadi raja atas hidup kita. Persoalannya adalah: “Apakah kita mau, Yesus meraja dalam hati dan seluruh gerak hidup kita? Bukankah seringkali kita merasa dapat melakukan segala sesuatu tanpa harus dibimbing dan dituntun oleh Yesus yang tidak tampak secara kasat mata?”

Apabila kita telah mampu membiarkan diri dipimpin oleh Raja Damai dalam seluruh hidup kita, maka kita pun akan mengalami damai di hati. Dan jika kita sudah mampu berdamai dengan diri sendiri, maka tidak mustahil kita pun bisa berdamai dengan sesama, Tuhan, dan alam ciptaan-Nya. Jika demikian keadaannya, dapat terciptalah perdamaian di dunia yang menjadi rumah tinggal kita sekarang ini.

Pembaca Lentera yang terkasih, mari kita ciptakan intimasi yang mendalam di dalam membangun relasi pribadi dengan Pribadi Yesus Kristus – yang menjadi Raja atas hidup kita – agar kita pun semakin mengenal Pribadi dan kehendak-Nya atas hidup kita. Mari kita rayakan Natal tahun ini dengan sukacita seperti para gembala yang memiliki antusiasme dalam menjumpai Yesus Sang Raja serta berbagi sukacita itu kepada sesama, terutama kepada mereka yang sederhana dan tersingkir! Selamat  Natal dan damainya tinggal di antara kita!