Konsep Raja Damai dalam Yesaya 9:5

yeOleh: C. Dwi Atmadi – “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”(Yes 9:5)

Kata syalom adalah kata Ibrani, yang berarti damai, sejahtera, dan sentosa. Perjanjian Lama menggunakan kata syalom untuk menyebut keadaan selamat atau dirahmati. Syalom mencakup segala sesuatu yang menjadi kebahagiaan manusia seutuhnya dan seluruhnya, secara jasmani maupun rohani, dan secara perorangan maupun persekutuan. Bahkan, alam sekitar pun mengalami kebahagiaan itu. Syalom merupakan pemberian Allah dan merupakan tindakan Allah untuk menyelamatkan manusia dari segala bahaya yang mengancamnya. Keselamatan Perjanjian Lama juga lebih berciri material, karena menyangkut pembebasan dari penindasan, pemulihan negeri dan kota, serta penegakan hukum. Kesejahteraan pada zaman pemerintahan Salomo merupakan contoh dari syalom.

Perjanjian Baru sebenarnya masih melanjutkan konsep keselamatan dari Perjanjian Lama. Keselamatan (soteria) dan damai sejahtera (eirene) merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia, melalui Yesus Kristus dan dengan karya Roh Kudus. Tekanannya terletak pada hubungan pribadi dengan Allah.Keselamatan lebih berciri kristologis dan eskatologis. Keselamatan sudah terwujud dalam diri Yesus Kristus, namun baru akan menjadi benar-benar penuh pada saat akhir zaman(parousia).

Yes 9:5 menubuatkan kedatangan Mesias dengan menjabarkan empat gelar, yaitu Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai. Raja Damai menjadi salah satu gelar Mesias karena pemerintahan-Nya akan membawa damai bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm 5:1; 8:2).Pembebasan atas dosa dan kematian menjadi rencana besar Allah Bapa melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus di dalam Roh Kudus. Melalui pembebasan inilah, manusia dapat mengalami syalom, dengan Allah, sesama dan alam semesta.

Yesus hadir ke dunia dengan segala kebebasan-Nya, sebagai tanggapan atas perutusan Allah. Allah Bapa mengutus Putera-Nya untuk hadir di dunia, membawa penebusan untuk pendamaian bagi seluruh umat manusia. Karl Rahner berpendapat, bahwa kehadiran Yesus ke dunia tidak boleh dipersempit pada sekadar ajaran mengenai penebusan dan pengampunan dosa. Penebusan pun merupakan tawaran kasih atau rahmat pemberian diri Allah yang lebih dulu ada sebelum dosa.

Gelar Yesus sebagai Raja Damai juga berhubungan dengan kedatangan-Nya yang kedua. Keselamatan memang sudah terjadi saat Ia datang, namun baru akan menjadi penuh pada kedatangan-Nya yang kedua. Lebih dari 4.000 ayat di Alkitab berbicara tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Pada waktu itu, Ia akan datang tidak lagi sebagai bayi tetapi sebagai raja. Ia akan menjadi penguasa yang sempurna dimana Ia adalah sebagai pembuat undang-undang / Firman (legislatif), pelaksana undang-undang (eksekutif) dan pengawas serta penindak jika undang-undang dilanggar/hakim (yudikatif). Di dunia ini, tidak ada orang yang pernah merangkap ketiga jabatan ini.

Tentang Kerajaan 1.000 tahun (Millenial Kingdom, bdk. Why 20; Yes 2, 9, 11), ada tiga pandangan, yaitu:

  1. Amillenium: tidak percaya adanya Millenium/Kerajaan 1.000 tahun.
  2. Post-Millenium: orang percaya mengusahakan Kerajaan 1.000 tahun sebelum Kristus datang.
  3. Pre-Millenium: Kritus datang ke bumi setelah Kerajaan Millenium/Kerajaan 1.000 tahun.

Yang memegang pandangan Post Millenium percaya bahwa dunia ini akan semakin baik. Sebenarnya dunia ini semakin hari semakin jahat dan tidak baik. Matius 24, Yesus memberikan kita huruf 7i tentang dunia ini sebagai tanda kedatangan-Nya yang kedua kali: 1) Imitasi (Kristus palsu, agama palsu, gereja palsu, nabi palsu, rasul palsu, dll); 2) Invansi militer (bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan); 3)Informasi Allah melalui bencana alam semesta (kelaparan, sampar, gempa bumi, benda-angkasa jadi gelap); 4)Iman, pengharapan dan kasih semakin pudar;5)Injil Kerajaan Allah diberitakan;6)Ibadah dan penganiayaan keji (Dan 9:27); 7) Israel menjadi suatu negara (terjadi pada tanggal 14 Mei 1948).

Setelah Kerajaan 1.000 tahun maka iblis akan dilepaskan dari jurang tanpa dasar serta menghasut orang-orang tidak percaya untuk melawan Yesus. Yesus akan mengalahkan mereka dengan Firman-Nya serta membuang mereka selamanya ke danau api (Why 20:7-10 ). Setelah itu Allah baru menciptakan langit baru dan bumi baru (Yes 65:17).

Yang menjadi perdebatan adalah apa sesungguhnya yang dimaksud dengan “baru”di sini. Yang pertama, yang dimaksud dengan “baru” tidak lain adalah hasil akhir dari sebuah proses pembaruan atas apa yang sudah ada. Model pembaruan (renewal) ini memahami bahwa langit dan bumi yang sejak awal mula penciptaan sudah ada, yang telah mengalami proses perusakan, akan diperbarui kembali. Situasi akan dikembalikan pada kebaikan asali seperti awal diciptakannya.Langit dan bumi yang sekarang akan dimusnahkan. Di langit baru dan bumi baru, di sanalah tempat yang sempurna dan kekal untuk orang percaya bersama TUHAN. Kedua, kebaruan yang ada adalah kebaruan karena penggantian (replacement). Yerusalem “baru” akan turun dari surga, sementara Yerusalem yang lama (masih) ada di atas bumi. Kedatangan Yesus sebagai Raja Damai menjadi jalan perdamaian antara manusia dengan Allah, sesama, dan alam semesta.

Dari berbagai sumber