Latihan Kepemimpinan FKPK : “I’m Possible”

Jenawi (LENTERA) – Sabtu-Senin, 28-30 Desember, Forum Komunikasi Pelajar Katolik (FKPK) Paroki Sragen mengadakan latihan kepemimpinan tingkat dasar (LKTD), bertempat di gereja animasi Jenawi. Kegiatan tersebut di ikuti 19 peserta dan 13 fasilitator dari OMK. LKTD tahun ini mengambil tema I'(m) Possible dengan harapan proses dinamika yang di alami selama 3 hari mengajak peserta agar menyadari hal yang di pikir tidak mungkin akan menjadi mungkin jika berani mencoba.

Hari pertama, peserta berdinamika  untuk mensyukuri  pengalaman suka dan duka, memetakan pengalaman-pengalaman hingga sadar betul akan diri sendiri  yaitu minat, bakat, talenta, kepribadian, dan peran serta tanggung jawab mereka.

Di hari kedua, pukul 08.00, sebelum sarapan peserta LKTD melakukan Ekaristi bersama umat Wilayah Jenawi yang dipimpin oleh Pastor Rhobertus Hardiyanta,Pr. Peserta mencari perkerjaan di sekitar Gereja Animasi Jenawi selama 3 jam, setelah diberi pengantar oleh Mas Leo Agung tentang kegiatan mencari kerja. Peserta LKTD ada yang bekerja di sawah , di rumah warga, dan di pasar.“Dalam kegiatan tersebut peserta diajak untuk hidup mandiri dan bisa merasakan bagaimana susahnya mencari pekerjaan itu sangat susah sampai di tolak-tolak. Seperti halnya goal yang ingin dicapai di hari kedua yaitu Bisa Hidup Sendiri (Mandiri),” kata seorang fasilitator.

Setelah kegiatan mencari kerja tersebut , fasilitator memberikan sebuah game yang mendorong peserta untuk berkoordinasi  satu dengan yang lain. Dalam game yang dilaksanakan tersebut peserta diajak untuk menumbuhkan kekompakan antar peserta. Pada sesi malam harinya, peserta di ajak keluar gereja untuk berkumpul di kelompok masing-masing untukberdoa Rosario. Dalam doa tersebut peserta diajak untuk bersyukur bahwa kita dilahirkan sebagai pemenang, bersyukur atas pengalaman manis, bersyukur atas pengalaman pahit, bersyukur atas pengalaman di kecewakan, dan pada puncaknya peserta di ajak untuk membasuh kaki satu sama lain tanpa terkecuali Frater dan fasilitator juga ikut membasuh kak yang menyadarkan bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus melayani, tidak hanya dapat menyuruh dan memberi hukuman saja.

Hari ketiga, (30/12) Bapak Hanung memberi wawasan tentang hidup moral dan politik. “Bagaimanapun juga kita harus cerdas-cerdasnya dalam memilih partai yang nasionalis dan sebagai pelajar katolik harus berani ora japlak dan ora mbolosan!” tegas Pak Hanung mengakhiri sambutannya.

Dalam pemilihan formatur FKPK terpilihlah enam formatur yaitu : Theresia Wahyu Dilianti (Puro Asri), Albertus Magnus Krismoni L.M (Kedawung), Brigitta Soraya Dewi Irawan (Gawan), Paskalis Resa (Taman Asri), Antonius Kirana Nandhito I.P (Mojo Kulon). Formatur tersebut adalah yang akan memformat dan “meracik” kepengurusan FKPK yang baru.

“Tepuk CINTA : Aku cinta, Kamu cinta, Semua cinta… cup..cup.. muach,” jargon LKTD 2013 yang disorakkan oleh semua orang menutup acara latihan kepemiminan tersebut. (FKPK)