Perayaan Ekaristi Tutup Tahun

Paroki Sragen (LENTERA) – Selasa (31/12) Orang Muda Katolik Paroki Sragen mengadakan misa tutup tahun 2013, pada tahun ini  misa tahun baru dipimpin oleh tiga Pastor Paroki St. Maria Fatima Sragem yaitu Pastor Rhobertus Hardianta Pr, Pastor Jost Kokoh Pr, Pastor Fx. Suyamto Pr serta petugas liturgi dari Orang Muda Katolik . Umat yang hadir dalam Misa Tutup Tahun lumayan banyak serta OMK wilayah untuk menggambil hadiah dalam lomba HORAS( Hari Olahraga Orang Muda Katolik). Pada homili, ketiga pastor secara bergantian memberikan renungan mengajak umat yang hadir untuk memiliki sikap bersyukur, belas kasih, dan berdoa pada tahun baru 2014.

Diakhir misa ada penyerahan hadiah HORAS Paroki Sragen, yang juaranya sebagai berikut:

Juara Lomba Futsal:

1. Wilayah Petrus, 2. Wilayah Paulus, 3. Wilayah Petrus

Juara Batminton ganda putra:

1. Wilayah Petrus,2. Wilayah Gawan, 3.  Wilayah Paulus.

Juara Badminton ganda campuran:

  1. Wil Kedawung, 2. Wil Mojo, 3. Wil Paulus

Juara Lomba Tenis Meja:

  1. Wil Paulus, 2. Wil Paulus , 3. Wil Gawan-tengak

Juara Lomba Cerdas Cermat:

  1. Wil Kedawung, 2. Wil Mojo, 3. Wil Kedawung.

Juara Lomba Gobak Sodor:

1.         Gawan-Tengak, 2. Paulus, 3.Rekat.

Dengan adanya Lomba tersebut semakin menambah rasa persaudaraan Orang Muda Katolik di wilayah dan menambah keterlibatan kaum muda dalam kegiatan mengereja, harapannya tahun depan dapat diadakan lomba lagi pada tahun depan.  Setelah Ekaristi selesai, kelompok musik Lingkungan Mojo  dan band akustik OMK Sragen menampilkan tampilan musik bertemakan Natal sambil menunggu pergantian Tahun baru 2014, yang sebelumnya dibuka dengan doa yang dipimpin Kevin, dari Lingkungan Mojo.

Beberapa kaum muda dan umat  yang hadir menyaksikan tampilan dari OMK Lingkungan dan Wilayah sambil menikmati makanan yang disediakan oleh panitia. Menjelang  detik-detik pergantian tahun, Pastor Hardiyanta berkenan memimpin doa sebagai refleksi dan ungkapan syukur atas tahun yang telah berlalu dan memohon berkat untuk dapat mengarungi tahun yang baru dengan lebih baik. Selanjutnya, tepat saat pergantian tahun seluruh umat yang hadir dapat semakin merasakan kemeriahan tahun baru dengan pesta kembang api yang mengiringi umat serta kaum muda yang saling mengucapkan selamat tahun barui. Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan tersebut, teman – teman muda yang hadir bersama- sama membersihkan dan merapikan kembali halaman gereja dengan penuh syukur dan rasa gembira. (Rio)