Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Se-Kabupaten Sragen

SAM_1278

Sragen (LENTERA) – Bertempat di  GOR Diponegoro Sragen, Rabu (22/1), pukul 09.00, kurang lebih 7.000 umat Kristiani berkumpul untuk merayakan Natal bersama TNI, Porli, Pegawai Negeri Kristiani, siswa-siswi Kristiani seluruh Kabupaten Sragen. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Datanglah ya Raja Damai.” Hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sragen didampingi oleh Muspida dan Muspika Sragen.

Lagu-lagu pujian yang dilantunkan oleh anggota TNI Yonif 408, Paduan Suara Gereja Kristen Jawa membuka acara tersebut, dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Pendeta Yemima Widhi Nuraini. Bapak Muhari, selaku ketua panitia Natal, memberikan kata sambutan yang berisi tentang kerinduan hati  umat manusia akan kedatangan Kristus yang membawa kedamaian bagi setiap umat manusia.

Paduan Suara St. Maria Fatima, yang beranggotakan orang muda Katolik, melantunkan dua buah lagu pujian yaitu Rejoice in The Lord dan Jingle Bell Rock dan kemudian, bersama-sama dengan perwakilan  Pegawai Negeri, TNI, Porli menyanyikan lagu Malam Kudus yang mengiringi penyalaan lilin Natal.

Tak ketinggalan pula Grup Musik Rohani  POENAKAWAN juga tampil membawakan lagu-lagu bertemakan Natal, bahkan beberapa lagu merupakan lagu ciptaan sendiri dan ada di album kedua Poenakawan yang bertemakan Natal.

Dalam kotbahnya, Romo Jost Kokoh memberikan renungan bahwa Yesus  adalah Sang Juru selamat. Dengan otak-atik gatuk nya Romo Jost Kokoh membeberkan tentang arti kata selamat “Selamat sendiri mempunyai arti yaitu SEgarkan Iman, LAyani Tuhan, MATikan setan,” sambil mengajak umat yang hadir untuk menyapa orang  di kanan dan kiri mereka.  Romo Jost kemudian menambahkan,“Setiap orang Kristiani harus mempunyai di dalam hatinya HIK; yaitu Harapan Iman Kasih. Orang Kristiani harus mempunyai harapan, seperti yang dikatakan oleh Romo Van Lith dari Muntilan dengan semangat 4 Go: Golek SuarGo, Golek seGo, serta menjadi orang Sragen yang sreg sak ngen-ngen. Yang kedua adalah Iman. Iman berarti suatu pondasi hidup; bangsa yang kurang punya dasar iman kuat akan mengalami berbagai macam masalah dan cobaan. Dalam iman itu ada tiga sikap yaitu Happy : gembira, karena Kristus menebus dosa manusia, Healthy: sehat, orang sehat harus bisa mencitai, menghargai, dan mengampuni orang lain, Holy: Suci, orang Kristiani jangan takut untuk menjadi suci dengan meneladan tokoh-tokoh Kitab Suci seperti Maria, Yusuf, dan Zakharia.Yang ketiga adalah Kasih; orang Kristiani harus membagikan kasih terhadap orang lain, Berkah Tuhan itu gratis untuk anda jadi harus dibagikan kepada orang lain. Semua orang diberkati oleh Tuhan asal kita membuka diri kepada Tuhan menyadari kesalahan kita kepada Tuhan.“  Dalam akhir homilinya Romo Jost menyanyikan lagu Aku Diberkati  dengan iringan musik oleh Band Rohani Punakawan..

Dalam Doa Safaatnya, Pendeta Abednego Heru mengajak semua umat untuk memiliki hati seperti hamba setia pada Bapa, serta  mendoakan Negara Indonesia  yang sedang dilanda berbagai macam bencana alam. “Semoga Tuhan memberkati kita semua, bangsa Indonesia, setiap karya kita terutama di Kabupaten Sragen tercinta ini. Amin”

20140122_2271Pada acara puncaknya, seorang artis nasional dan juga penyanyi lagu-lagu rohani diiringi musik dari Grup POENAKAWAN. Lisa A. Rianto,  menyanyikan empat buah lagu yaitu Ave Maria sebagai penghormatan kepada Bunda Maria, Walking in the Winter Wonderland, Greathst for Faithfullness yang dinyanyikan dalam bahasa Indonesia dan jawa, dan White Chrismas. Lisa A. Rianto menyampaikan  pesan Natal, “Kita harus selalu mengucapkan syukur dalam melangkah, juga setiap orang bisa menciptakan dan menghadirkan surga di bumi dengan tindakan yang baik, dan bahkan sangat sederhana seperti memberikan senyum kepada orang lain.”

Disaat yang bersamaan, tampak kru Poenakawan & CJ (Catholic Jeeper) yang mengenakan kostum Sinterklass berkeliling membagikan makanan/ snack untuk anak-anak kecil sambil menghibur.

Tampilan opera Natal dengan judul Cahaya Suci yang disutradarai oleh Heru Agus Santoso dimainkan oleh Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Sragen dengan mengangkat kisah kelahiran Kristus, Sang Cahaya Suci, yang hadir di tengah-tengah  kehidupan yang penuh dengan kekerasan dan ketidakpastian.  Sutradara.

Pada acara penutup, Bupati Sragen, Agus Fathurohman, memberikan pesan Natal bahwa beragama di Indonesia jangan pernah meninggalkan kultur atau kebudayaan jawa. “Beragama itu harus di dalam kultur kebudayaan  Jawa, karena kita orang Jawa, jangan meniru kultur dan budaya di luar!” kata Bupati Sragen menegaskan. Bupati Sragen juga mengajak seluruh umat Kristiani yang hadir untuk bersama-sama memperhatikan orang miskin Sragen yang jumlahnya 300.000 jiwa serta ikut serta menyukseskan agenda pemilu pada tanggal 9 Apri. “Datang ke Tps itu adalah kewajiban kita untuk melahirkan Politisi yang berpihak pada orang miskin. (BD)