Warta Novena Pertama Putaran Ke-empat: “Kesederhanaan Hidup Kristiani”

Warta Novena Pertama Putaran Ke-empat: “Kesederhanaan Hidup Kristiani”
Ngrawoh (LENTERA) – Setelah hujan turun selama beberapa hari sebelumnya, Panitia Novena pertama putaran keempat telah mempersiapkan kursi dan kajang untuk mengantisipasi hujan berikutnya. Namun, Novena yang dilaksanakan pada hari Kamis (9/1), pukul 19.00, ini dilaksanakan tanpa guyuran hujan. Kendati dipersiapkan dalam waktu yang singkat, novena yang dipimpin oleh Rm. Robertus Hardiyanta ini berjalan dengan lancar.
“Semangat kesederhanaan perlu kita miliki sebagai orang Katolik,” ungkap Rm. Hardi di dalam homilinya. Di dalam bagian homilinya, Romo Hardi mengundang maju ke mimbar dua frater dari ordo fransiskan, yaitu Frater Ivan, OFM dan Frater Alders, OFM. Mereka menceriterakan pengalaman dan kesannya selama tinggal selama satu pekan di Paroki Sragen ini. Mereka membagikan pengalaman perjalanannya dari Yogyakarta ke Sragen. Mereka tersasar dalam perjalanan dari Stasiun Sragen ke RS Mardi Lestari, Mereka juga mengisahkan pengalaman menjadi pengamen di perempatan jalan untuk membeli makanan. “Orang yang sederhana dan miskin pun masih bisa memberi dari apa yang mereka miliki,” kata Frater Ivan dalam sharingnya.
DSC_0090
Ngrawoh (LENTERA) – Setelah hujan turun selama beberapa hari sebelumnya, Panitia Novena pertama putaran keempat telah mempersiapkan kursi dan kajang untuk mengantisipasi hujan berikutnya. Namun, Novena yang dilaksanakan pada hari Kamis (9/1), pukul 19.00, ini dilaksanakan tanpa guyuran hujan. Kendati dipersiapkan dalam waktu yang singkat, novena yang dipimpin oleh Rm. Robertus Hardiyanta ini berjalan dengan lancar.
“Semangat kesederhanaan perlu kita miliki sebagai orang Katolik,” ungkap Rm. Hardi di dalam homilinya. Di dalam bagian homilinya, Romo Hardi mengundang maju ke mimbar dua frater dari ordo fransiskan, yaitu Frater Ivan, OFM dan Frater Alders, OFM. Mereka menceriterakan pengalaman dan kesannya selama tinggal selama satu pekan di Paroki Sragen ini. Mereka membagikan pengalaman perjalanannya dari Yogyakarta ke Sragen. Mereka tersasar dalam perjalanan dari Stasiun Sragen ke RS Mardi Lestari, Mereka juga mengisahkan pengalaman menjadi pengamen di perempatan jalan untuk membeli makanan. “Orang yang sederhana dan miskin pun masih bisa memberi dari apa yang mereka miliki,” kata Frater Ivan dalam sharingnya.