Safari Rohani Misa Kudus Kerahiman Ilahi

Paroki Sragen (LENTERA) –  Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi (JKKI) bersama dengan  Pengurus Simpul Paguyuban Kerasulan Kerahiman Ilahi Sragen (PAKKIS) Paroki Santa  Perawan  Maria Fatima di Sragen, menyelenggarakan Misa Kudus “Safari Rohani” dengan tema “Mempersiapkan Kedatangan Tuhan Yesus di Akhir Zaman” dengan dipimpin oleh Romo Jost Kokoh Prihatanto, Pr, Senin (17/2). Hadir dalam kegiatan tersebut para devosan Kerahiman Ilahi se Vikepan Surakarta.

Dalam homilinya, Romo Jost Kokoh mengatakan tentang: “Merdeka” Merah darahku, putih tulangku, Kerahiman Ilahi Devosanku (MPK) dan  ada empat sikap dalam ikut Yesus yaitu melihat Salib, memegang Salib, memanggul Salib, membawa Salib. Romo Jost mengajak umat untuk bukan hanya sekedar mengetahui akan tetapi juga memahami, menjalani, dan mewartakan ke semua umat dengan KUD: Karya, Ucapan dan Doa yang penuh Cinta yang merupakan salah satu bagian slogan dasar para Devosan Kerahiman Ilahi se-Kevikepan Surakarta dalam pertemuan Safari Rohani.

Melalui Misa Kudus ini, semua diajak sadar bahwa disamping sebagai hamba Allah, kita  juga sebagai putra-putri Allah Yang Maha Rahim dan  telah disatukan dalam ppembaptisan dalam Iman Katolik. Kita dipanggil dan dimerdekakan, tidak sepantasnya  menyia-nyiakan anugerah tanpa syarat itu. Kita diajak menyambut kasih-Nya yang begitu besar bagi kita, karena Yesus menganugerahkan kita suatu mukjizat yang luar biasa: dalam Sakramen Ekaristi Kudus.

Sesuai tema yang diangkat, yakni mempersiapkan kedatangan Yesus di akhir jaman, berarti berbicara tentang keselamatan baik kehidupan di dunia,  maupun kehidupan kekal. Kita boleh bersyukur, Yesus berkenan mempersiapkan dan menganugerahkan kehidupan, yang menjadi pokok kebutuhan dan harapan kita dalam hidup kekal kepada kita semuanya tanpa kecuali.

Perintah Tuhan kita menyatakan dengan sangat jelas kepada St Faustina,  betapa penting serta mendesak untuk mewartakan pesan kerahiman-Nya, sebab dunia membutuhkannya sebagai persiapan menjelang kedatangan-Nya kembali:

Berulang kali Tuhan mengatakan kepada St Faustina bahwa Ia menawarkan kepada para pendosa “pengharapan terakhir bagi keselamatan.” Tak peduli betapa berat dosa-dosa kita, Ia menghendaki kita datang kembali kepada-Nya, tetapi kita harus menanggapi panggilan-Nya sekarang, sementara masih ada waktu belas kasih:

Bunda Maria juga berbicara kepada St Faustina mengenai mendesaknya pesan kerahiman: “Haruslah engkau berbicara kepada seluruh dunia mengenai kerahiman-Nya yang tak terhingga dan mempersiapkan dunia bagi Kedatangan Kedua dari Dia yang akan datang, bukan sebagai Juru selamat yang penuh belas kasih, melainkan sebagai Hakim yang adil.

Dalam Ekaristi, Kristus sepenuhnya hadir seperti Ia di surga. Ekaristi merupakan inti dari Devosi Kera-himan Ilahi; banyak unsur devosi ini pada dasarnya Ekaristis terutama: Menghormati Lukisan Kerahiman Ilahi, Mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi, Merayakan Minggu Kerahiman Ilahi, Mendoakan Jam Kerahiman Ilahi, dan Menyebarluaskan Devosi Kerahiman Ilahi.(FW)