Kebangkitannya Melahirkan Kita Kembali Kepada Hidup Yang Penuh Pengharapan

Sr. M. Benedicta, SFS

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.” (1 Petrus 1:3)

Sr. Benedicta, SFS 1Paskah kebangkitan Tuhan adalah wujud nyata kemurahan kasih Allah Bapa. Ia telah menganugerahkan iman yang besar, bahwa keselamatan telah tersedia bagi kita karena kebangkitan PuteraNya. Kebangkitan Yesus memulihkan dan melahirkan kita kembali menjadi manusia baru yang penuh pengharapan.

Dalam iman kita, kita mengimani bahwa setiap saat Kristus bangkit dalam diri kita dan setiap saat pula kita dilahirkan kembali menjadi manusia baru karena penebusanNya. Namun kesadaran yang demikian terkadang tidak selalu hidup dalam perjalanan iman kita. Maka Allah menganugerahkan masa khusus bagi umat Kristiani untuk melakukan penyadaran atau refleksi diri. Masa itu adalah masa Prapaska yang tengah kita jalani ini.

Guna menuntun umat Allah lebih terarah dalam melakukan refleksi, Gereja, melalui para Bapa Gereja, setiap tahun menyediakan bahan permenungan masa Prapaska. Di sini Allah mendorong umatNya menyadari diri, sejauh mana keterlibatan mereka dalam proses pembaruan diri mendapatkan jaminan dilahirkan kembali dan memperoleh hidup yang baru.

Pada masa prapaska tahun 2014 ini, Bapa Gereja universal, Paus Fransiskus dalam pesan menjelang masa Prapaska pada hari Selasa 4 Februari 2014 mengajak umatnya di dunia untuk bermurah hati kepada sesama yang membutuhkan. Beliau menyadarkan semua orang Kristen yang dipanggil untuk menghadapi kemiskinan saudara-saudari kita, menyentuhnya, menjadikannya milik kita sendiri dan untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk mengurangi itu. Ajakan ini terinspirasi oleh kata-kata dari Santo Paulus: “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (2 Kor 8:9).

Menurut Paus Fransiskus, setidaknya ada tiga jenis kemiskinan saat ini: miskin materi, moral, dan spiritual. Kemelaratan materi adalah apa yang biasanya disebut kemiskinan dan mempengaruhi orang-orang yang hidup dalam kondisi berlawanan dengan martabat manusia: mereka yang tidak memiliki hak-hak dasar dan kebutuhan seperti makanan, air, kebersihan, pekerjaan dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam budaya. Gereja melalui diakonianya memenuhi kebutuhan tersebut dan membebat luka-luka yang menodai wajah kemanusiaan.  Kemiskinan moral, yang terdiri dalam perbudakan wakil dan dosa: menjadi budak alkohol, narkoba, perjudian atau pornografi. Kemiskinan spiritual: Tuhan meminta kita untuk menjadi pembawa pesan sukacita, rahmat dan harapan ini! Adalah suatu hal yang mendebarkan, mengalami sukacita untuk menyebarkan kabar baik ini, berbagi harta yang dipercayakan kepada kita, menghibur yang patah hati dan menawarkan pengharapan kepada saudara-saudari yang mengalami kegelapan.

Demikian juga Surat Gembala Uskup Keuskupan Agung Semarang dan bahan renungan lima pekan masa Prapaska, kiranya mengalir dari ajakan Paus Fransiskus. Kita disadarkan bahwa “Allah Peduli dan Kita menjadi Perpanjangan Tangan Kasih-Nya untuk Melayani”. Kita diajak untuk berbagi kasih kepada sesama kita, terlebih pada saat ini, banyak kejadian yang mengakibatkan penderitaan bagi banyak orang di sekitar kita. Melalui tema APP 2014, ”Berikanlah Hatimu untuk Mencintai dan Ulurkanlah Tanganmu untuk Melayani”, kita diajak untuk solider terhadap mereka melalui berbagai cara.

Hari Raya Kebangkitan Tuhan hampir tiba. Masih ada sedikit waktu untuk lebih dalam melihat ke dalam diri kita, sejauh mana kita telah menanggapi ajakan Allah melalui para Bapa Gereja untuk terlibat dan solider dengan saudara-saudari kita yang menderita ? Anda dan saya. Kalau belum, marilah waktu yang sedikit ini kita optimalkan. Sehingga rahmat hidup dan lahir baru karena kebangkitan Tuhan seperti yang dikatakan Santo Petrus dalam suratnya di atas, sungguh-sungguh layak kita terima. Selamat menyambut Hari Raya Paskah. Berkah Dalem.