Mengenal dan Mencegah Kanker Sedini Mungkin bersama YPKI

Paroki Sragen (LENTERA) – Dalam keprihatinannya dengan berkembangnya orang yang terkena penyakit kanker, Tim Kerja Mitra Perempuan St Perawan Maria Fatima Sragen dan bekerja sama dengan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI)  mengadakan seminar kesehatan yang mengangkat tema tentang ‘Mengenal Dan Mencegah Kanker Sedini Mungkin’ pada Minggu (6/4). Pastor Rob. Hardiyanta memberikan pengantar bahwa penyakit kanker adalah penyakit yang mengkhawatirkan bagi masyarakat secara khusus bagi umat Paroki Sragen, karena itu harus dicegah sedini mungkin. Seminar kesehatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari Kartini ini, dihadiri oleh sekitar 50 orang di ruang aula SMP Saverius Sragen.

Saudara Danang Danurwindo, narasumber seminar kesehatan tersebut, mengatakan bahwa kanker itu dapat berkembang karena adanya virus yang menyerang tubuh atau juga adanya perkembangan sel yang abnormal, dan yang kedua yaitu timbulnya benjolan si tubuh: pembengkakan kelenjar getah bening seperti di belankang telinga, leher, dan di sekitar ketiak, yang terakhir adalah adanya tumor yang menyerang tubuh.

“Ada empat faktor yang penyebab kanker, pertama adanya virus HPP, kedua gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman keras, penggunaan pakaian yang terlalu ketat pada wanita yang menghambat sirkulasi darah, resiko berhubungan seksual dibawah umur 17 tahun. Ketiga, jika ada seseorang yang mengidap kanker, kemungkinan 70% keturunannya akan terserang kanker. Keempat, adanya lingkungan yang kurang bersih dan pola makan yang mengandung bahan kimia seperti borak (bleng, pijer), formalin, msg, pewarna makanan,” begitu penjelasan Danang Danurwindo.

Seminar yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam ini membuka mata para peserta yang hadir akan bahayanya penyakit kanker, hal ini tampak dalam antusiasme peserta ketika sesi tanya jawab. “Kanker harus dideteksi sedari dini, kalau masih belum terlanjur penyakit ini dapat sembuh, tetapi terkadang orang yang datang pada kami (red. Yayasan Peduli Kanker Indonesia) sudah di stadium ke-4,” kata Danang Danurwindo menegaskan kepada peserta seminar.