Warta Kegiatan Wilayah: Geliat Umat Wilayah St. Johanes Rasus Kedawung

Wilayah Kedawung (LENTERA) – Karena tergerak hatinya oleh Roh Kudus dalam melayani Tuhan terutama saat melakukan ibadah, umat wilayah dalam waktu tiga bulan mengumpulkan hasil jeri paya bekerjanya  dana untuk melengkapi sarana dan prasarana ibadah Kapel St. Johanes Rasul Kedawung seperti dingklik gereja untuk umat sejumlah 17 buah, dan dapat melengkapi kursi sejumlah 300 buah, generator 5000 watt. Sarana dan prasarana ini sangat berguna terutama untuk menyambut Perayaan Ekaristi pada hari-hari besar seperti Pekan Suci, dan Perayaan Paskah.

Bukan hanya itu, paguyuban Adi Sepuh dengan semangat ikut membuat tempat meditasi (semedi) di samping Gua Maria yang pada akhirnya dapat digunakan untuk perayaan Ekaristi Kamis Putih dan untuk menyemayamkan Sakramen Maha Kudus  serta  Tuguran. Suasana menjadi sangat mendukung untuk merenung dengan tembang-tembang  macapatan Katolik yang mengiringi doa dan semedi tersebu.

Ketua panitia Ad Hoc Wiayah Kedawung, Saudara Wenny Tri Haryono, sangat bertanggungjawab terhadap semua kegiatan pekan suci dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Vigili Paskah sehingga kegiatan Pekan Suci di Wilayah Kedawung dapat berjalan dengan sangat baik sesuai dengan yang direncanakan. Umat yang hadir selalu melebihi kapasitas tempat duduk, bahkan  pada Vigili Paskah banyak berdatangan umat dari luar Wilayah, seperti dari kota dan juga ada rombongan peziarah malem Jumat yang juga datang dari luar kota untuk datang  di Gua maria Kedawung.

Juga pada tahun ini, Kisah sengsara Yesus diperagakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Kedawung) dan yang dipersiapkan oleh Bapak Andreas Jumali.

Hal menarik dalam kegiatan Pekan Suci adalah dalam perayaan Minggu Palma. Wilayanh Kedawung  yang sebelumnya belum pernah mengadakan Ekaristi Minggu Palma, sekarang mengadakan perayaan Ekaristi Minggu Palma lengkap dengan arak-arakan. Di mulai dari halaman Balai Desa Bendungan dipimpin oleh Pastor Josh Kokoh. Pada saat perarakan Pastor Josh Kokoh naik kuda dan umat mengiringi dengan melambaikan daun palma. Suasana meriah di sepanjang jalan dapat digambarkan seperti saat Yesus masuk ke gerbang Yesusalem sebagai raja dari para raja. (Aug Soekardi)