Camping Rohani AREKA (Anak Remaja Katolik) Kevikepan Surakarta

sekipan2

Tawangmangu (LENTERA) – Udara yang begitu dingin, juga hujan yang turun berkali-kali, tidak lantas menurunkan semangat dari hampir 700 anak remaja se-Kevikepan Surakarta untuk mengikuti dinamika Camping Rohani Areka, yang  mengambil tema: “REMAJA HAPPY, Dipanggil untuk Hidup, Dipanggil untuk Melayani:. Kegiatan yang berlangsung dari selama dua hari yakni Sabtu-Minggu, 2-3 Agustus 2014, diikuti oleh anak-anak remaja perwakilan dari paroki-paroki di Kevikepan Surakarta. Camping Rohani ini dikawal oleh panitia dari Paroki St. Maria Regina Purbowardayan, dibantu oleh pendamping dan fasilitator dari setiap paroki peserta.

Kegiatan ini terbagi dalam dua dinamika besar, yaitu di hari pertama dinamika Outbond, yang berlangsung di sekitar bumi perkemahan Sekipan Camp. Lalu, di hari kedua, dengan dinamika Edukasi yang menghadirkan narasumber yakni Rm. M. Nurwidi, Pr (Museum Misi Muntilan), Dkn. And. Sulardi dan Para Suster Abdi Kristus (AK). Di antara dinamika tersebut, diselipkan acara pentas seni, yang menampilkan kreativitas dari masing-masing kelompok tenda. Pada acara pentas seni tersebut, sedianya Wali Kota Surakarta, Bapak FX. Hadi Rudyatmo, akan hadir beserta rombongannya. Akan tetapi, rombongan baru hadir ketika acara pentas seni sudah selesai. Secara keseluruhan acara dapat berlangsung dengan lancar, banyak anak-anak yang merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka, terlebih dalam menentukan tujuan hidup di masa depan, ditambah lagi ada perkenalan mengenai kehidupan selibat, yaitu menjadi imam, biarawan dan biarawati.

Seluruh rangkaian acara Camping Rohani Areka ini ditutup dengan Ekaristi konselebrasi yang dipimpin oleh Rm. M. Nurwidi, Pr dan didampingi oleh Rm. A. Wagiman W., Pr. Dalam khotbah, Rm. Wagiman menegaskan bagi para anak remaja supaya menjadi anak-anak yang Cerdas, Tangguh dan Misioner (CTM), sehingga sungguh menjadi bagian dalam gerak kehidupan dalam Gereja dan Negara. Selain itu, Rm. Wagiman menambahkan bahwa anak-anak remaja harus mulai memikirkan arah masa depan, misalnya dengan menjadi awam yang tangguh atau terpanggil menjadi imam, biarawan dan biarawati. Akhirnya, kegiatan ini berakhir dengan foto dan makan bersama.(ddk)