Bhakti Sosial di SLB Bagaskara & SLB Negeri Sragen

slb

Sragen (LENTERA) – Paguyuban Padre Pio Paroki Sragen bersama perwakilan Dewan Paroki Sragen, ibu-ibu WKRI, guru-guru Katolik, OMK dan juga perwakilan siswa/i SD Santo Fransiskus & SMP Saverius, Sabtu (23/08) mengadakan acara bakti sosial pemeriksaan gigi bagi siswa/i SLB Bagaskara dan SLB Negeri Sragen.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dibuka dengan doa dan berkat oleh Rm FX. Suyamta Kirnasucitra, Pr. Karena acara berlangsung bersamaan di dua tempat, maka  rombongan dibagi menjadi 2 yakni di SLB Negeri Kalibening  Sragen dan satunya lagi di SLB Bagaskara Beloran Sragen (depan SMP 5).

Rombongan disambut dengan ramah oleh kepala sekolah dan guru-guru SLB. Dalam sambutannya kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Gereja Sragen terhadap Kesehatan Siswa/i SLB.

Acara diawali  doa,  kemudian  dari teman-teman SMP Saverius mengajak siswa/i SLB  bernyanyi bersama. Pemeriksaan gigi di SLB Bagaskara bekerja sama dengan drg. Retno (Dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Kota Sragen).  Sebelum dilakukan pemeriksaan gigi,  siswa/i SLB sesuai arahan drg. Retno diminta menggosok gigi terlebih dahulu. Kemudian satu per satu mereka masuk ke dalam ruangan kelas untuk diperiksa giginya. Setelah semua selesai diperiksa, mereka mendapat bingkisan berupa alat tulis dan makanan ringan.

Sedangkan di SLB Kalibening kegiatan berlangsung tak kalah meriah, diawali dengan penampilan siswa SLB yang memainkan keyboard sambil bernyanyi. Ada juga yang berjoget  dan bahkan ada juara pantomim yang menampilkan pertunjukan cukup menarik. Tak mau ketinggalan, adik-adik dari SD Santo Fransiskus  juga menampilkan pertunjukan yang mampu menghibur teman-teman di SLB tersebut.  Pemeriksaan gigi di Kalibening bekerja sama dengan drg. Heny yang bertugas di RS Mardi Lestari Sragen. Siswa/i SLB terlihat tertib dan teratur ketika diperiksa, dan mereka terlihat sangat patuh pada perintah ibu dokter. Setelah selesai diperiksa mereka mendapat bingkisan alat tulis dan makanan ringan.

Acara diakhiri dengan foto bersama. Rombongan kembali menuju gereja pada pukul 11.00 WIB. Salah satu Ibu Guru SLB berpesan bahwa kerja sama seperti ini sangat bagus untuk dilakukan karena dapat memupuk kepedulian kita terhadap anak ber­kebutuhan khusus, dan dapat juga menjadi hiburan serta memotivasi mereka agar lebih bersemangat. (A dnn)