Sabda Memulihkan Luka

Salam sejahtera dalam kasih Kristus,

ksPernahkan anda merasakan atau beranggapan bahwa hidup ini terasa membosankan? Sebagai contoh, ketika pada suatu saat kita harus menunggu kedatangan bus, kereta api, pesawat atau siapapun yang akan datang menjemput,namun hingga memakan waktu berjam jam belum juga datang ? Mungkin keadaan seperti ini  merupakan kejadian rutin yang sering kita alami. Kendati demikian tidak semua orang merasakan kebosanan yang sama karena banyak diantara mereka mampu menyiasati rasa bosan itu dengan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang positif.

Ibu-ibu yang terkasih dalam Kristus, sejatinya hidup ini indah ! Begitu besar karunia Tuhan atas diri kita yang terkadang tak mampu kita syukuri. Kecenderungan untuk menilai dan membanding bandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain, justri kerap kali memicu rasa tidak puas dan selalu ingin menjadi yang terbaik  dan lebih hebat dari siapapun. Sedikit saja kita mendapatkan masalah atau problematika hidup yang kurang nyaman, misalnya ketika kita sedang sakit, gagal mencapai mimpi atau angan angan, atau  hal hal lain yang menyakitkan,maka kita cenderung merasa kecewa, sedih dan putus asa !

Ketika bangun pagi, disaat udara masih segar, manakala kita membuka jendela kamar lebar lebar, kita bisa melihat pemandangan alam yang indah dan penuh warna !  Selepas doa yang kita panjatkan kepadaNya, semestinya kita selalu mengucap syukur,sebab begitu banyak yang sudah Tuhan berikan untuk kita. Ada orang tua ,keluarga, teman, sahabat yang begitu mengasihi kita, ada  hidup yang mengalir penuh irama, kita memiliki daya untuk menciptakan  aktifitas dan kreatifitas , dan tentunya masih banyak lagi !

Nah berikut ini ada sebuah pengalaman iman ketika pada saat mudik, beberapa hari menjelang Lebaran kemarin, penulis harus bermalam dan bolak balik ke  rumah sakit selama satu minggu karena menunggui ayahanda tercinta yang sedang dirawat inap.

Kesabaran , ketabahan hati dan juga kemampuan melawan rasa ego , melawan rasa takut  melihat banyaknya pasien dengan berbagai macam penyakit baik ringan maupun berat , berulang kali melihat suster memasukkan jarum suntik dan jarum infus , melihat pasien sebelah yang sering  mengerang kesakitan  karena patah kaki akibat kecelakaan dan harus dipasangi  cateter, serta aroma berbagai jenis obat, sungguh  membuat mental dan nyali penulis benar benar  diuji !

Puji dan syukur kepada Tuhan karena setiap pagi penulis masih sempat mengikuti misa harian di kapel yang letaknya masih disekitar rumah sakit tersebut. Penulis sempat berkenalan dengan Romo Venardy berasal dari NTT, yang sabar, murah senyum serta banyak memberikan masukan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan iman.

Dalam pertemuan singkat tersebut, beliau mengatakan bahwa kita jangan sekali kali terlalu mengharapkan terjadinya mujizat Allah, namun lebih baik perbanyaklah doa dan rasa syukur kita, baik dalam keadaan senang maupun sedih, baik ketika kita berhasil maupun gagal,sebab Allah itu maha baik, Dia tahu apa yang kita butuhkan. Selebihnya sungguh luar biasa, setelah penulis kembali ke ruangan untuk memandikan bapak, disitu sudah ada seorang suster yang tersenyum ramah dan mengatakan bahwa bapak  sudah diijinkan pulang dan dinyatakan sudah sehat oleh dokter ! Rasa syukur dan gembira tak dapat penulis gambarkan, sebab sebelumnya diberitahu bahwa bapak harus beberapa minggu dirawat karena luka di kepala cukup mengkhawatirkan dan bisa menyerang syaraf otak !  Sungguh awalnya penulis hanya bisa menangis dan terus berdoa ketika bapak merasa kesakitan dan mengeluh pusing sampai seringkali muntah muntah ! Namun kini penulis, dan semoga pembaca semua juga semakin percaya bahwa dalam perkara sekecil apapun Tuhan selalu hadir dan menyertai kita .

Ibu-ibu yang terkasih dalam Kristus, ternyata begitu besar kasih Tuhan kepada umatnya, karena dalam kondisi apapun kita masih tetap diberikan perlindungan,penghiburan  dan kekuatan, meskipun kadang kita tak mampu merasakan sentuhan tangan Allah dalam hidup sehari hari. Demikianlah yang tertulis dalam Kitab Suci :

** Sebab itu , janganlah kamu kawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai  kesusahannya sendiri.  Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.**

( Matius  6 : 34  )

V.Sri Murdowo