Jalan Sehat Keluarga: “Menikmati dan Mensyukuri Indahnya Alam Ciptaan”

Jalan Sehat

Kedawung (LENTERA) – Tidak seperti biasanya pelataran Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Kedawung  begitu ramai oleh anak-anak, remaja, orang tua, dan kakek-nenek, Minggu (28/09). Di pagi itu, wajah-wajah sumringah umat Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen berkumpul untuk melakukan jalan sehat di sekitar Gereja Wilayah Kedawung.  Kaki mereka mulai melangkah seiring dengan lambai bendera oleh Frater Yoseph Didik yang menjadi simbol pemberangkatan peserta jalan sehat keluarga se-Paroki Sragen. Kegiatan jalan sehat keluarga Paroki Sragen ini merupakan rangkaian acara yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Paroki Sragen ke-57.

Antusias keluarga Gereja Paroki Sragen dalam upaya menyehatkan badan sembari berjalan sehat begitu besar. Hal ini nampak dengan keikutsertaan peserta sebanyak kurang lebih 300 orang, Bukan tanpa maksud, pemilihan kegiatan jalan sehat ini dilaksanakan di gereja yang diresmikan oleh Mgr. Ignatius Suharyo Pr pada tahun 2006 ini, yang pasti agar seluruh umat Paroki Sragen dapat semakin mengenal lingkungan dan wilayah di Paroki Sragen. Tempat kegiatan  ini filaksanakan adalah kapel terbesar di lingkup paroki Sragen.

Setelah berjalan menyusuri jalan di alas karet, tibalah seluruh peserta kembali ke Gereja. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah, door price. Gabriel, yang bertugas mengundi dan membagikan hadiah menghibur peserta yang hadir dengan guyonannya diiringi dengan lantunan tembang-tembang gerejawi. Banyak momen yang lucu, aneh, dan menarik selama pembagian hadiah.  “Wow .. di Kedawung ada gereja gedhe banget,” celetuk seeorang peserta jalan sehat saat menunggu pembagian hadiah, seraya melayangkan pandang pada bangunan gereja tersebut.

Seratus lima puluh macam hadiah ‘menarik’ dibagikan kepada para peserta. Walaupun peserta banyak yang tidak mendapatkan undian hadiah, mereka tidak murung atau kecewa karena momen pertemuan dengan saudara-saudara seiman menjadi hadiah yang berharga, dan yang paling penting disini adalah kebersamaan, kebahagiaan umat Paroki Sragen dalam memperingati HUT Paroki ke-57. Acara berakhir sekitar pukul 09.00 dengan meninggalkan kesan yang mendalam bagi peserta maupun bagi panitia. (Andreas & YBA)