Mendengarkan, Memelihara dan Melaksanakan

Oleh: Frater Yoseph Didik Mardiyanto

Ratu ROSARIOMaria, adalah teladan kerendahan hati, kepasrahan dan ketaatan. Rendah hati karena bersedia menjalankan kehendak Allah dibandingkan ego diri. Pasrah, karena kehendak Allah terkadang tidak mudah dimengerti dan berat untuk dijalani, tapi Maria bersedia melakukannya. Taat, karena Allah sendiri yang mentitahkannya, sehingga kecintaan pada kehendak Allahlah yang membuat Maria bersedia menjadi bagian dari keselamatan manusia. Maria adalah ‘simbol’ bagaimana Allah bekerja sama dengan manusia, dan manusia ini menanggapi keselamatan yang datang dari Allah sendiri.

Maria, dengan segala kesederhanaannya, bersedia melaksanakan Firman Allah, bukan karena sebuah kebetulan, atau paksaan, tapi karena sebelumnya, dia sudah mendengarkan dan memelihara Firman Allah tersebut dalam dirinya. Perjumpaan dengan Elisabeth adalah perjumpaan dua orang yang sama-sama mengandung. Elisabeth adalah orang yang mendapatkan keberuntungan, karena dia mengandung Yohanes, seorang pembuka jalan bagi Yesus. Dalam hitungan manusia, tidak mungkinlah orang yang sudah lanjut usia akan mengandung. Maria pun mengalami hal demikian, yang mengalami kekuatan kehendak Allah yang luar biasa atas dirinya. Maria membiarkan Roh Kudus bekerja dalam dirinya. Suara hatinya, yang mengenal Roh Kudus inilah, yang memampukannya untuk berkata: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu!” Firman Allah itu didengarkan, dipelihara dan dilaksanakan dalam hidupnya.

Kalau kita melantunkan Kidung Maria (Magnificat), akan digambarkan dengan jelas, bagaimana perasaan hati Maria yang terdalam. Kidung ini pun adalah buah pengalaman iman yang dalam karena mendengarkan Firman Allah. “Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia, oleh sekalian bangsa.” Allah adalah sumber suka cita Maria, dan inipun lahir dari pengalaman yang dirasakan dan dialami oleh Maria.

Memelihara berarti menjaga, nglateni atau juga mempunyai arti membesarkan. Dengan memelihara Firman Allah, berarti membuat sabda itu semakin besar dan berkembang. Maria adalah salah satu yang menjalankannya. Firman Allah yang diterima, menjadi kehidupan, karena diterima dan dilaksanakannya. Maka, meneladan Maria, yang dengan sikap berani tapi tetap rendah hati, untuk mendengarkan Firman Allah, lalu memelihara Firman tersebut dan pada akhirnya melaksanakan kehendak Allah. Bagi manusia kini, yang dimaksud bisa jadi adalah ‘membaca’ Firman Allah, mengenali kehendakNya dan pada akhirnya, mengamalkannya dalam hidup yang konkret.