Wedangan Pattimura 2: Cerdas, Tangguh, dan Misioner

WEDANGANParoki Sragen (LENTERA) – Mengusung tema “Gereja Misioner: Arif terhadap Ciptaan, Adil terhadap Sesama”, panitia Ad-Hoc HUT ke-57 Paroki Sragen mengadakan acara Wedangan Pattimura 2 yang diadakan di halaman Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen, Sabtu (4/10). Acara ini mendatangkan narasumber utama, yaitu Romo Antonius Budi Wihandono, Pr (Vikep Surakarta) dan Bp. Budi Sulihanto, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, dimoderatori oleh Frater Didik.

Acara berjalan cukup meriah, karena didukung antusiasme umat, yang memenuhi tempat duduk yang telah disediakan. Dalam materi yang disampaikan, Bapak  Budi menyampaikan sebuah perumpamaan bahwa kualitas-kualitas yang ada dalam diri manusia ini tidak ubahnya seperti sebuah pohon. Jikalau pohon memiliki bibit yang baik, dirawat dengan baik, maka pada saatnya, akan menghasilkan buah yang baik pula. Ditambahkan bahwa tugas setiap manusia adalah berusaha dan berjuang menjadi ‘pohon-pohon’ yang baik dan menghasilkan buah yang bisa dibagikan kepada sesama.

Sedangkan Romo Antonius Budi, menyampaikan sesuatu yang tidak jauh berbeda, bahwa jika Gereja hendak menjadi misioner, maka pertama-tama yang harus diperhatikan adalah kualitas manusia yang berada di dalamnya. Selain itu, setiap orang harus bisa menjadi orang yang bahagia, yang tidak mudah terlukai, sehingga akhirnya bisa menemukan Allah dalam segala hal (finding God in all things).

Wedangan Pattimura 2 ini juga dimeriahkan oleh gamelan gadhon arahan Mas Tarno cs, yang menyajikan gending jawa yang apik sari awal sampai akhir acara. Keterlibatan umat dari berbagai wilayah dan lingkungan juga ditunjukkan dengan penyediaan snack berupa jajan pasar, yang dibawa langsung dari masing-masing wilayah. Pada akhirnya, melalui wedangan pattimura 2 kali ini, tujuan yang hendak dicapai dari tema utama adalah supaya Gereja menjadi semakin signifikan dan relevan dalam mengatasi keprihatinan-keprihatinan yang terjadi dalam masyarakat, terutama masalah lingkungan hidup dan ketidakadilan sosial. (Fr.Ddk)