Berkat Natal: Allah Hadir Di Keluarga Kudus

nBicara tentang keluarga katolik yang ideal, pikiran kita melayang ke Keluarga Kudus Nasareth, yakni Yesus Maria dan Yosef. Mengapa keluarga Nasareth disebut sebagai keluarga Kudus? Secara duniawi keluarga itu biasa saja. Yosef adalah seorang yang sederhana dan tulus hati, tidak banyak bicara (dalam Kitab Suci tidak tertulis  Yosef ngomong apa). Maria seorang wanita yang sangat beriman, ia sangat percaya atas penyelenggaraan Allah sehingga berani menyanggupi diri menjadi Bunda Penebus. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lukas 1,38). Disini Maria hidupnya sungguh dituntun dan dijiwai oleh iman. Seluruh perjuangan hidupnya, keprihatinan, sedih dan gembira yang dialami selalu dikaitkan dengan Allah yang mahabaik dan penuh kasih, meskipun kehendak Allah terkadang kurang dipahami.

Dalam terang iman seperti inilah Yesus dididik dan didasari pikiran dan hatinya oleh ajaran dan keteladanan orang tua-Nya. Hasilnya? Yesus menjadi “pathos” Allah, yakni orang yang hidup, hati dan pikirannya cocok sesuai dengan kehendak, pikiran dan perasaan Allah. Maria dan Yosef yang mengajak Yesus kecil ke Bait Allah mirip dengan orang tua katolik yang membiasakan anaknya diajak ke gereja, biar makin “at home” dengan suasana rumah Tuhan. Karena begitu kerasannya Yesus di bait Allah, Dia lupa bahwa rumah orang tuanya di Nasareth. Dan saat mereka bersusah payah mencari Yesus di bait Allah itulah salah satu bentuk tanggung jawab orang tua, yang selalu mencarikan jalan untuk mendidik, mengarahkan dan memahami serta “memaafkan” anaknya. Maka dari itu keluarga seperti Keluarga Kudus Nasareth adalah ideal. Ideal bukan pada tataran fisik-material duniawi,  melainkan ideal dalam arti “inner quality”, yaitu kualitas pribadi yang terdalam.

Bahan untuk permenungan kita:

  1. Apakah keluarga kita mempunyai kemiripan dengan Keluarga Kudus Nasareth? Tanpa bermaksud menghakimi, mungkin kita bisa melihat kondisi keluarga masing-masing.
  1. Pendidikan iman untuk memperoleh ketangguhan hidup perlu pembiasaan. Anak harus dilatih sejak kecil. Seperti binatang pemain sirkus mesti harus dilatih sejak kecil, sebab kalau terlanjur besar akan sangat sulit sekali dilatih. Yesus pastilah mendapat “pelatihan” dari Yosef, ayah asuh-Nya sehingga bisa menjadi tukang kayu yang baik. Dia juga dilatih untuk berjalan kaki menuju Bait Allah, mengingat pada waktu itu belum ada sarana transportasi seperti sekarang. Dan yang terpenting Dia pasti juga “dilatih” oleh Bunda Maria untuk menjadi orang beriman yang cerdas, tangguh dan misioner (bdk ARDAS KAS).
  1. Kekudusan Keluarga Kudus Nasareth justru karena adanya korelasi dengan Allah yang adalah kudus dan tinggal di tengah mereka, dimana kehadiran-Nya bisa dirasakan dari waktu ke waktu. Maria dan Yosef menjadi kudus karena tinggal bersama Yesus yang adalah kudus. Jadi justru yang terjadi sebaliknya, Maria dan Yosef dilatih dan dibiasakan dengan kekudusan Allah yang mengalir berkat kehadiran Yesus. Mereka itu selama hidup seperti menjalani latihan untuk menjadi kudus. Dengan demikian keluarga jaman sekarang pun bisa menjadi keluarga kudus, kalau dilatih dan dibiasakan.
  1. Keluarga bahagia bukanlah terletak pada tidak adanya persoalan, tetapi bagaimana keluarga itu menghadapi permasalahan yang ada. Goncangan hidup yang dialami oleh Keluarga Kudus Nasareth cukup berat juga, misalnya:
  • Maria harus mengandung saat belum bersuami
  • Yesus  dilahirkan di tempat yang tidak biasa
  • Ramalan Simeon sungguh menakutkan: “Ia akan menentukan jatuh-bangunnya bangsa Israel, tetapi hatimu akan ditembusi oleh pedang ..”
  • Sessat setelah kelahiran Yesus, ada pembunuhan anak-anak tak berdosa.
  • Pencarian Yesus di Yerusalem cukup melelahkan
  • Di bawah kaki salib, Maria menerima Yesus yang sudah menjadi mayat ..

Betapapun berat hidup yang harus dihadapi, Keluarga Kudus Nasareth tetap kudus, karena keluarga ini mempertahankan hidup prinsip-prinsip Kristiani, yaitu: terbuka, saling menerima, menghargai, memahami, dan memaafkan.

Salam Natal

Rm FX Suyamta