Wedangan Pattimura bersama CFC: Potret Keluarga Katolik Masa Kini

kopParoki Sragen (LENTERA) – Seseorang yang akan menjadi Katolik secara syah tidaklah semudah membalik telapak tangan karena ada proses panjang yang harus dilalu. Demikian pula setelah sah menjadi  seorang Katolik tidaklah otomatis selesai tugas sampai disitu saja, karena  ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidaklah mudah untuk menghadapi  tantangan yang dihadapi sebagai keluarga Katolik di era globalisasi ini. Ini terjadi karena begitu cepatnya perubahan tata nilai dan pola hidup. “Perubahan dari tata nilai traditional ke pola hidup modern, membuat kita menjadi manusia seperti mesin. Seolah waktu kita habis demi mengejar kebutuhan ekonomi, esensi, efektifitas, prestasi, gengsi, harga diri, serba instant”, demikian Romo Albertus Eko Santosa, Pr, memaparkan makalahnya, Sabtu (13/12) jam 19.30 WIB di depan halaman Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen dalam acara Wedangan Pattimura 2 yang dihadiri ± 150 orang.

Segala tantangan pastilah ada solusinya, memperbanyak komunikasi yang baik dalam keluarga sebagai gereja kecil. Meningkatkan kualitas kebersamaan, mengutamakan nilai-nilai rohani, kesetiaan terhadap komitmen yang telah dibuat. Memegang teguh akan kata dan janji dan tidak mengecewakan orang lain.

Menjalin cinta kasih di dalam keluarga, saling peduli, menghargai. Terlebih bagi pasangan yang telah mengucapkan janji perkawinan hendaklah tetap mengingat isi janji perkawinan yang telah diucapkan. Ditambahkan pula oleh Romo “Ojo Nguggu Sakarepe Dewe Nek Pingin Umur Dowo”.

Sebelum acara Wedangan ditutup, Bapak Danang Ketua Couples For Christ (CFC) Chapter Surakarta menyatakan bahwa esensi menjadi anggota CFC adalah hidup diatas rata-rata. Salah satu aktifitasnya adalah membaca kitab suci ± 15 menit setiap hari. Bapak Yosep Sukimin sebagai ketua CFC unit Sragen mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara CFC, Tim Wedangan, Tim pendampingan keluarga Paroki dan kepada hadirin semua. Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati. Berkah Dalem.