Natalan Bersama Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Sragen

lp

Widoro (LENTERA) – Paguyuban Padre Pio bekerja sama dengan Dewan Paroki, OMK dan beberapa Umat Paroki Sragen Minggu (04/01) mengadakan perayaan natal di Lembaga Pemasyarakatan Sragen. Rombongan berangkat dari gereja paroki, sesampainya di Lapas, Rombongan disambut oleh beberapa penjaga Lapas untuk diperiksa barang bawaannya dan diberi kartu identitas untuk masuk. Setelah sampai di aula rombongan disambut oleh warga binaan Lapas Sragen + 30 orang yang beragama kristiani. Mereka tampak ramah dan gembira karena dikunjungi.

Acara perayaan Natal dimulai pukul 10.00 WIB  dibuka dengan nyanyian-nyanyian rohani yang dibawakan oleh warga binaan. Suara merdu dan alunan musik menjadikan suasana saat itu menjadi meriah. Acara dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh bapak Dodik yang juga salah satu warga binaan lapas. Selanjutnya bapak Dodik mengisahkan bagaimana beliau bisa masuk penjara. Beliau memberikan kesaksian juga bagaimana ketika menjalani hidup di dalam lapas. Beliau merasakan saat di dalam lapas sudah tidak semangat lagi untuk menjalani hidup. Berbagai perasaan malu, marah, kecewa membuat beliau mencoba untuk bunuh diri. Namun beliau ingat akan Tuhan, dan selalu berdoa, beliau merasakan sentuhan Tuhan begitu hebat, hingga membuat beliau semangat untuk menjalani hukuman di lapas.

Selanjutnya Romo FX Suyamta Kirnasucitra, Pr memberikan peneguhan kepada warga binaan. Romo Yamta berpesan kepada warga binaan agar tidak merasa sendiri dan tetap semangat dalam menjalani masa hukuman. Beliau memberikan perumpamaan ketika Yesus lahir ke dunia, malaikat justru tidak mewartakan kabar gembira kepada orang pintar dan orang kaya melainkan kepada mereka penggembala hewan. Ini artinya bahwa Yesus tidak hanya hadir kepada mereka orang-orang bersih dan suci, tetapi juga kepada orang-orang berdosa.

Acara dilanjutkan sambutan dari ketua panitia yaitu bapak Supadiyatman. Beliau berpesan bahwa kehidupan di dalam penjara ini bagaikan kawah candradimuka untuk menggodok dan menempa warga binaan, agar pada saat keluar dari penjara nanti menjadi seseorang yang lebih baik dan sukses kehidupannya. Bapak Albertus Hanung selaku wakil dari Dewan Paroki Sragen juga memberika pesan kepada warga binaan agar tetap semangat untuk menjalani kehidupan dan jangan berkecil hati, justru kejadian ini dijadikan sebagai titik balik untuk kehidupan yang lebih baik. Acara dilanjutkan dengan pembagian kaos kepada warga binaan. Semua warga binaan tampak senang mendapatkan kaos yang bertuliskan JESUS (Jadilah Engkau Saksi Untuk Selamanya). Acara terakhir adalah doa penutup yang dipimpin oleh Suster Leoni.

Kesan yang diberikan oleh salah satu warga binaan adalah kegiatan seperti ini sangatlah penting untuk diadakan setiap tahunnya, karena dengan kegiatan seperti ini para warga binaan tidak merasa dikucilkan dan merasa diperhatikan hidupnya. Dan juga dapat menjadi hiburan bagi warga binaan dalam menjalani masa hukumannya. Janganlah setengah hati dalam melayani Tuhan, hendaknya seluruh hidup kita, kita persembahkan untuk melayani Tuhan, karena Tuhan mengasihi sepenuh hati seluruh umatnya. Berkah Dalem. (mana2)