Perayaan Natal Wilayah Paulus

Widoro (LENTERA) – Natal menjadi suatu moment yang sangat membahagiakan, dan  perayaannya selalu menjadi suatu kegembiraan bagi umat Kristiani. Bertepatan dengan Hari Raya Pembaptisan Tuhan, Minggu (11/1)  umat Wilayah Paulus yang terdiri dari Lingkungan Timotius Krapyak, Markus Widoro, Sebastianus Karang Tengah, Dominikus Ngrampal merayakan Natal. Tema yang diangkat sesuai dengan tema Keuskupan Agung Semarang yaitu ‘Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga.

Perayaan Natal ini dilaksanakan di halaman rumah Bapak Sujarwo, lingkungan Widoro dan dihadiri + 200 orang. Pada pukul 10.40 WIB, acara dibuka dengan doa, dan dilanjutkan dengan sambutan. Dalam sambutannya Bapak Agustinus Sudarmojo menjelaskan latar belakang acara ini yaitu hasil tidak lanjut dari rapat empat tahun lalu di Ngrampal yang merumuskan bahwa akan ada Natalan bersama satu wilayah setiap dua tahun sekali. Dalam sambutannya, Bapak Agus mengajak umat untuk menjadi pribadi yang memiliki sifat HAMBA, yaitu Hangat, Andal, Militan, Bahagia, dan Aktual.

Bapak Joko, selaku Bayan Sragen Wetan yang mewakili Bapak Lurah, mengucapkan selamat natal kepada umat Katolik. Bapak Bayan mengatakan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesatuan dan persatuan antar umat beragama sehingga perayaan menjadi tertib dan tidak ada rintangan dan halangan.

Bapak Albertus Hanung Triwibowo, mewakili Dewan Harian Paroki Sragen mengatakan bahwa tema Natal ini mengangkat keluarga menjadi sentral dan fokus permenungan, terlebih untuk keluarga-keluarga yang masih muda atau keluarga-keluarga kecil yang masih tumbuh dan berkembang. Kata Bapak Hanung “Indikasi keluarga itu sehat adalah jika anggota keluarga itu kerasan tinggal di rumah, kalau anggota keluarga sudah tidak kerasan tinggal di rumah berarti keluarga tersebut perlu dikoreksi apakah ada yang salah!” Pak Hanung juga mengundang keterlibatan umat terutama kaum muda untuk terlibat di dalam kepengurusan Dewan Paroki Sragen yang akan habis pada tahun 2015 ini.

 

Dalam renungannya, Frater Yoseph Didik Mardianto menghantarkan permenungan yang diambil dari Injil Matius  (Mat 2:1-12), kisah tentang Tiga Orang Majus dari timur yang bertemu dengan Yesus. Frater Didik mengatakan bahwa tradisi doa di dalam keluarga merupakan sesuatu hal penting, dari pengalamannya ketika masih kecil, Frater Didik merasa beruntung memiliki keluarga yang terus menerus mendorong dirinya untuk berdoa walaupun dengan sedikit memaksa. Pengalaman dipaksa ini membawa sesuatu hasil, yaitu ketertarikannya untuk masuk ke Seminari. Ia merasa beruntung karena dalam keluarga saya ada kebiasaan berdoa, pengamalan sederhana ini merupakan pengalaman yang mengesankan di dalam hidupnya. Doa itu komunikasi dengan Allah. Kalau di dalam keluarga ada doa, Allah bisa ditemukan di dalam keluarga. Kadang kita merasa tidak kerasan di dalam keluarga, tapi saya menyakini bahwa kasih Allah hadir di dalam keluarga. Natal selalu dekat dengan hari ibu, dan Natal dekat identik dengan hari ibu. Di dalam Natal ada peristiwa seorang ibu yang bergulat antara hidup dan mati untuk melahirkan Yesus. Wanita itu adalah Bunda Maria, seorang sosok yang menjadi contoh teladan hidup kita.  Bertemu Allah dalam keluarga itu berarti Allah ingin hadir lewat orang-orang terdekat kita, orang tua kita, sanak saudara kita, kerabat kita.

 

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian doorprice dan hiburan yang dipandu oleh Pak Yoyok dari Lingkungan Krapyak. Pak Lurah Sragen Wetan, mengatakan “Selamat Natal semoga berkat Tuhan menyertai umat Kristiani dalam menjalani hidup agar lebih baik dalam segala hal, terutama lebih kuat dalam kadar keimanannya, terlebih dalam kegiatan sosial misalnya kegiatan bedah rumah yang sinergis dengan program kerja Kabupaten Sragen. Kepedulian kepada sesama seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Bupati ‘Lelomban damel kebecikan dumanteng sesami’ sesuai dengan kekuatan masing-masing. Bapak Lurah dan bapak Kapolsek bersedia untuk menyumbangkan lagu Angin Malam, kemudian Bapak Aiptu Daud menyanyikan lagu Mengapa dari koesplus bersama dengan Bapak Joko, Bayan. Acara ditutup dengan Doa penutup oleh Bapak Sismanto. (omBos)