Novena I Putaran V Taman Doa Ngrawoh: “Bertumbuh Dalam Spiritualitas Hidup Maria”

ngrawoh

Ngrawoh (LENTERA) – Hati yang senantiasa bersyukur dalam menanggapi karya Allah dalam hidup, begitulah gambaran menyeluruh dari permenungan Novena I, putaran V di Taman Doa Maria Fatima Ngrawoh malam, pukul 19.00, Kamis (29/1). Di awal  Ekaristi, Romo  Robertus Hardiyanta, Pr menyampaikan bahwa salah satu ujub bersama dalam perayaan Ekaristi malam itu adalah syukur atas keluarnya ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk membangun Taman Doa Maria Fatima.

Sebelumnya Novena berlangsung, hujan turun cukup deras, akan tetapi tidak menyurutkan hati 350 orang devosan yang setia datang untuk berdevosi. Petugas koor dan liturgi pada malam itu adalah umat wilayah Paulus dan panitia pembangunan Taman Doa Maria Fatima.

Dalam khobahnya, Romo Hardiyanta menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini, kita akan kedatangan tamu, yaitu Rm. Patrick dari Melbroune, Australia, yang adalah rasul adorasi Sakramen Mahakudus. Melalui Romo Patrick umat Sragen diajak untuk menggiatkan adorasi Sakramen Mahakudus dan belajar bagaimana membuat kapel adorasi. Romo Hardiyanta mengatakan bahwa Bunda Maria adalah sosok pribadi yang mempunyai relasi personal dengan Yesus Kristus, peristiwa hidup Bunda Maria dipandang sebagai bagian dari kehendak Allah yang menyelamatkan dunia melalui Yesus Kristus. Penghayatan hidup inilah yang senantiasa dihidupi oleh Bunda Maria.

Selanjutnya, Romo Hardiyanta menyampaikan bahwa tema “bertumbuh dalam spiritualitas” sesuai dengan bacaan Injil Markus (Mrk4:26–34), yaitu gambaran iman yang diibaratkan seperti biji yang ditabur dan bertumbuh, dan pertumbuhannya itu tidak lepas dari keterlibatan Allah  yang berkarya. Biji itu akan tumbuh lebat dan menghasilkan buah dengan syarat membiarkan Roh Allah berkarya dalam kehidupan. Setelah bertumbuh kemudian berbuah, buahnya yaitu keterlibatan nyata dalam karya di masyarakat.

Pada akhir kotbahnya, Romo Hardiyanta, menyemangati umat untuk guyub rukun dan bekerja keras terutama untuk pembangunan  Taman  Doa Maria Fatima ini, dan untuk memperingati karya penyelamatan 2000  tahun Allah dalam Kristus atau perayaan Yubelium kedua pada tahun 2033. Romo Hardi mengatakan, “Kita berharap, tempat ini bisa menjadi tempat yang penuh dengan harapan dan menjadi tempat perayaan syukur Yubileum kedua. Juga semoga pada tahun 2017, taman doa ini sudah jadi agar bisa merayakan 100 tahun Penampakan Bunda Maria di Fatima!” (Srie)