Makna Kerja Sebagai Perwujudan Kehendak Allah

CN TTBekerja…..bagaimanakah sebenarnya makna bekerja yang kita pahami selama ini ? Apakah bekerja sebagai tuntutan ? bekerja karena kebutuhan ? bekerja untuk aktualisasi diri ? bekerja karena status sosial ? Dan masih banyak penafsiran tentang bekerja, yang perlu kita renungkan pada diri kita masing-masing, sejauh mana makna bekerja bagi kita, sejauh mana gerakan kaki dan tangan kita, sudah dianggap bagian dari bekerja ?

Latar belakang manusia yang beragam, kebutuhan manusia yang beragam, kemampuan masing-masing yang juga beragam akan diuji dengan perkembangan jaman yang akan terus maju ini. Hal-hal demikian yang menjadikan seseorang dihadapkan pada pilihan, memilih untuk bekerja atau menikmati hidup sekedarnya apa adanya. Namun tidak jarang juga sebagian orang tidak memilih, bahwasanya kondisi mereka perlu adanya upaya dalam hidup mereka untuk berkembang namun tidak disertai dengan niat dan kemauan. Dikondisi yang berbeda seseorang sangat membutuhkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya namun dia tidak pernah mendapatkan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Dengan kata lain, bekerja berangkat dengan berbagai alasan dan keadaan, sehingga makna dari bekerja itu sendiri juga akan lain-lain di untuk masing-masing orang.

Bahwasanya makna bekerja yang lebih realistis pada jaman seperti ini orientasinya mengarah pada segi ekonomis. Kebutuhan ekonomis menuntut orang untuk mau memutar otak, mengeluarkan ide, mengaplikasikan pendapat, dan bertindak. Beberapa orang yang memilih hidupnya harus berkembang pasti akan melakukan hal-hal positif yang mendukung kemampuannya dalam bekerja. Perasaan haus akan kurangnya ilmu dan pengetahuan akan membuat niat seseorang tersebut untuk mau terus belajar. Belajar tidak hanya diibaratkan dengan membaca buku-buku teori tentang ilmu-ilmu pengetahuan namun juga belajar akan pertemuan dengan setiap orang, pertemuan dengan berbagai keadaan yang dibawa oleh orang lain. Ketika kita bisa peka terhadap perjuampaan dengan orang lain, bisa sungguh merasakan bahwa Tuhan memang selalu mempunyai tujuan ketika mempertemukan orang-orang yang berbeda-beda dengan kita dengan segala macam background mereka. Kita bisa belajar dari orang-orang, kita bisa  belajar bersyukur ketika orang-orang yang kita temui tidak jauh lebih beruntung dari kondisi kita. Bekerja pun demikian,  bekerja tidak hanya didasari dengan berfokus pada satu tujuan yaitu kebutuhan materi. Kita perlu tahu bagaimana karya Tuhan yang memberikan karunia bagi kita, dimana diantara banyak orang kita bisa mempunyai kelebihan untuk menggunakan talenta kita yang diberikan oleh Tuhan. Kita juga perlu menyadari bahwa rejeki yang dilimpahkan kepada kita juga buah karya Tuhan atas hidup kita.

Dengan demikian bahwa tujuan bekerja bisa diaplikasikan dengan banyak hal. Hal-hal yang sudah menjadi paradigma pada manusia tentang “materi” yang melekat pada tujuan bekerja bisa kita alihkan dengan kesadaran kita sebagai manusia biasa. Tidak salah juga dikatakan apabila sesorang bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya atau keluarganya. Namun yang perlu kita benahi yaitu makna dari apa yang kita kerjakan itu supaya tidak menjadi sebuah kegiatan yang sia-sia yang dilakukan berulang-ulang dan setiap hari begitu seterusnya. Bahwa bekerja juga perlu adanya dorongan semangat secara rohani yang mendasari dalam diri kita bahwa apa yang kita kerjakan bukan demi untuk dipuji atau dilihat orang, namun apa yang bisa kita kerjakan didasari dengan pelayanan dan kasih. Kita mengerjakan segala sesuatunya dengan ikhlas dan gembira, tanpa adanya keluh kesah didalamnya, tanpa juga adanya memberi tekanan kepada yang lain.

Semoga kita termasuk dalam golongan  manusia yang bekerja tidak mengejar materi saja, semoga kita bisa memanfaatkan diri kita ini berguna bagi orang lain, bangsa dan Negara. Semoga dengan adanya berkah kemampuan yang diberikan Tuhan kepada kita bisa kita gunakan untuk menjadi lebih berguna untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan benar dan memuaskan. Kita bisa menyumbangkan usaha-usaha kerja kita demi pembangunan Negara yang lebih maju secara konstruktif dan bekerja dengan orang lain demi pelayanan sekaligus menjadi orang yang tidak hanya disukai, namun juga diingat, terlebih diteladani.

Apakah bukan jauh lebih melelahkan ketika kita mengeluh dengan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari kita ? Dan perlu disadari bukan berarti hidup orang lain terlihat lebih enak, mungkin saja justru lebih sulit, perbedaanya karena mereka tidak mengeluh. Selamat bekerja !

Margareta Siska Widianingrum

OMK Paroki Sragen