Hidup: Sebuah Pilihan

pilihanSalam damai Kristus,  Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga setiap aktivitas dapat berjalan lancar dan semua rencana bisa diraih seperti apa yang kita harapkan.Tentunya kita semua maklum, betapa jaman sudah semakin maju dan semua sarana serta prasarana sudah tersedia, tinggal bagaimana kita bisa memotivasi diri untuk meraih angan dan cita-cita. Kendati demikian, terkadang kita tidak mampu mensyukuri setiap karunia Allah yang setiap saat hadir dalam kehidupan kita. Semua masih belum merasa puas, sehingga kita sering terbelenggu oleh dosa dan ketidak pastian sehingga larut dalam hal-hal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.  Jika demikian, lalu apakah arti hidup ini yang sesungguhnya?

Sobat wanita yang terkasih dalam Kristus, Rasanya tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap orang tua (terutama Ibu) pasti menginginkan anak-anaknya kelak hidup bahagia. Ada yang digadang-gadang / diharapkan besok  bisa menjadi dokter, insinyur, pilot, polwan, guru, pengusaha, pejabat, atlet yang handal, musisi terkenal dan sebagainya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata ada diantara mereka yang terpanggil untuk menjadi biarawan atau biarawati. Melihat kenyataan ini, tidak sedikit orang tua yang pada awalnya merasa sedih dan menangis, namun pada akhirnya hati mereka terbuka serta mampu menerima keadaan dan bersyukur kepada Tuhan atas pilihan hidup sang anak.

Sebagai orang awam, sebagian besar dari kita tentunya sulit untuk bisa menterjemahkan dan memahami “misteri Ilahi” tentang panggilan hidup selibat. Secara jujur sering kali kita bertanya-tanya dalam hati,”Apa sih enaknya menjadi seorang imam, bruder, maupun suster?” Atau barang kali sebaliknya kita berpendapat bahwa..betapa enaknya bisa menjadi biarawan dan biarawati, karena mereka tidak usah repot-repot mengurus keluarga, tidak perlu menjalani jatuh bangunnya kehidupan suami istri, mengurus anak dan sebagainya. Justru mereka bisa hidup tenang karena semua sudah dilayani, bisa berdoa dengan leluasa, dan besok pasti akan masuk surga!

Namun, kembali lagi, bahwa hidup adalah sebuah pilihan. Dengan talenta, kemampuan dan kekuatan yang kita miliki, semestinya kita selalu bersyukur kepada Tuhan, mau menerima kenyataan apapun yang terjadi dalam hidup kita masing-masing. Terkadang hidup ini terasa nyaman,tenang serta mulus tanpa gelombang ! Terkadang penuh liku, dihempas badai dan penuh dengan kerikil-kerikil tajam! Semua kita sikapi dengan selalu berserah kepada Nya, sang pemberi hidup, yang mahakasih, maharahim serta tak akan pernah melimpahkan beban diluar batas kemampuan diri kita masing-masing.

Ibu-ibu serta sobat wanita yang berbahagia, menjadi diri sendiri memang tidak selamanya mudah kita jalani. Sikap ego, iri hati dan selalu ingin menjadi yang terbaik seringkali membuat kita merasa tidak tenang dan gelisah sepanjang waktu ! Keberhasilan orang lain seringkali kita tanggapi dengan pemikiran yang negatif dan seolah-olah menjadi beban dan arena persaingan yang tidak wajar. Duuh…sampai kapan ya  semua ini bisa berakhir dan hilang dari kehidupan kita?

Berbekal keyakinan dan iman akan Kristus, serta keyakinan bahwa HIDUP INI INDAH DAN PENUH MAKNA…. niscaya kita bisa menemukan jati diri kita masing-masing, menjalani hidup dengan lebih baik, penuh semangat dalam menunaikan tugas-tugas duniawi serta berbakti kepada Allah sesuai dengan peran kita masing-masing. Sebagai contoh … kalau kita terpanggil menjadi guru, maka jadilah guru yang baik, bisa menjadi panutan anak didik , memahami dan menghayati tugas sebagai pembimbing untuk mencetak dan menghantarkan generasi masa depan yang baik, pandai, dan berkwalitas ! Demikian pula profesi yang lain, seyogyanya mampu melaksanakan tugas masing masing dengan baik, memiliki motivasi yang kuat dalam bekerja, membahagiakan keluarga, melayani masyarakat, melayani umat, dan seterusnya, agar apa yang diinginkan bisa terwujud tanpa mengorbankan kepentingan orang lain, semata mata demi mencari kepuasan pribadi .  Lewat kesadaran yang utuh dan melalui berkat Allah, niscaya kita akan menemukan apa yang kita cari selama ini, yaitu kebahagiaan didunia serta kehidupan kekal di surga Amin!

V. Sri Murdowo