Perpisahan Frater Yoseph Didik Mardiyanto: “Everything Is Happen For A Reason”

10409403_10205336919714724_7404675318397413163_n

Paroki Sragen (LENTERA) – Orang Muda Katolik Paroki Sragen mengadakan acara perpisahan Frater Yoseph Didik Mardiyanto yang telah menyelesaikan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Sragen dan akan melanjutkan masa pendidikannya di Seminari Tinggi Kentungan Yogyakata. Acara perpisahan yang dilaksanakan Minggu (21/06) dihadiri oleh kaum muda, Perwakilan Dewan Paroki, ketua wilayah dan lingkungan, perwakilan dari paguyuban dan perwakilan umat paroki Sragen.

Pada pukul 19.30, acara perpisahan tersebut dimulai dengan dipandu oleh Fransiska Andwi dan Natalia Berlianti sebagai pembawa acaranya. Acara dibuka dengan doa yang dipimpin Bapak Yustinus Sri Winarno kemudian dilanjutkan sambutan Bapak Albertus Hanung selaku perwakilan dari dewan paroki. Dalam sambutannya bapak hanung memberikan kesan kepada frater Didik, bahwa frater didik adalah seorang yang ramah dan mudah bergaul kepada siapapun, sehingga tidak heran umat yang hadir dalam acara perpisahan lumayan banyak dan hal itu sebagai bukti bahwa kehadiran Frater Didik di Paroki Sragen diterima oleh semua umat.

Acara dilanjutkan sambutan dari Romo Paroki yakni Romo Robertus Hardiyanta dan Romo FX Suyamta Kirnasucitra, Pr. Romo Hardiyanta memberikan kesan dan pesan kepada frater Didik untuk tetap setia dalam hidup panggilannya dan melatih kemampuan olah vokalnya agar paling tidak dapat bernyanyi dengan baik. Sedangkan Romo Suyamta berpesan untuk tetap semangat, sabar dan tekun dalam melanjutkan masa pendidikannya.

Teman-teman Forum Komunikasi Pelajar Katolik (FKPK) menayangkan sebuah video yang dibuat oleh anggota FKPK yang berisi tentang kesan dan pesan selama frater Didik di Paroki Sragen. Dalam sambutan perpisahannya, Frater Didik membacakan sebuah puisi buatannya untuk umat paroki Sragen yang diberi judul ‘Sekarung Cinta untuk Sukowati.’ Syair itu berisi segala pengalaman hidup baik suka maupun duka Frater Didik selama menjalani tahun orientasi Romoal di Paroki Sragen, pada akhir perpisahannya Frater Didik tak lupa mengucapkan terima kasih karena telah diperbolehkan belajar dan berproses di Paroki Sragen.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan yang dimeriahkan oleh OMK Paroki Sragen yang menampilkan musikalisasi puisi, band akusti, dan juga organ tunggal Bapak Tri Karangtengah. Disela-sela hiburan ada penyerahan kenang-kenangan dari Dewan Paroki, OMK, dan ketua wilayah dan lingkungan. Acara tersebut perpisahan selesai pada pukul 21.30. (mana2)