Rangkaian Kegiatan HUT WKRI ke-91

11406176_10205334389731476_7044364275657962304_o

Paroki Sragen (LENTERA) – Paguyuban Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sragen bekerjasama dengan Tim Kesehatan Dewan Paroki Sragen dan juga WKRI Ranting Gemolong mengadakan kegiatan bhakti sosial dan pengobatan gratis di Kapel Gading dalam rangka Hari Ulang Tahun WKRI yang ke 91, Minggu (21/06). Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk membantu warga dan umat sekitar gereja Gading yang membutuhkan pengobatan dan juga melaksanakan salah satu program kerja WKRI.

Antusiasme warga dan umat di sekitar Kapel Gading cukup besar, dibuktikan kurang lebih 92 orang khususnya lansia yang memeriksakan diri, baik periksa umum maupun periksa kesehatan gigi, yang dilayani oleh dr. Windarsih, dr.Retno Saptani. Kesan dan pesan dari salah seorang warga yang ikut pengobatan gratis adalah sangat senang karena bisa memeriksakan kesehatan tanpa dipungut biaya, sehingga dapat membantu mengurangi permasalahan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Selain dilakukan di daerah Gading, peringatan hari ulang tahun WKRI juga dilaksanakan di Paroki Sragen, yaitu dengan mengadakan acara Sosialisasi Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), bekerjasama dengan Tim Kerja Kesehatan Paroki Sragen dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. Sosialisasi ini dihadiri kurang lebih 55 orang, yaitu dari perwakilan dua orang dari masing-masing lingkungan di aula SMP Saverius Sragen, dan berlangsung pada pukul 09.00 sampai pukul 12.30.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan kepada umat Paroki Sragen tentang deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Adapun Narasumber dari Dinas Kesehatan menjelaskan tentang pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular, faktor risiko dan titik akhir penyakit tidak menular, pencegahan penyakit tidak menular secara primer sekunder dan tersier, dan juga mengajak umat Paroki Sragen untuk menyelenggarakan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, dan para peserta tampak dengan seksama mendengarkan penjelasan dari narasumber.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan dan juga dapat mencegah, mengurangi dan mengendalikan risiko penyakit tidak menular. Hendaknya kegiatan ini ditindaklanjuti dengan membentuk pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular,” kata salah seorang penyelenggara memberikan kesan dan harapan.