Rekoleksi Paguyuban Don Bosco

Pringwulung, Yogyakarta (LENTERA) – Untuk meningkatkan iman dan kepedulian kepada sesama Paguyuban Don Bosco mengadakan rekoleksi di Gereja Pringwulung, Yogyakarta, Minggu (21/06). Rombongan berangkat dari Paroki Sragen pukul 07.00 WIB dengan peserta 43 anggota Don Bosco yang merupakan aktivis mudika angkatan tahun 1980 an dan masih berkarya sampai sekarang. Sesampainya di Gereja Pringwulung kira-kira pukul 10.00 WIB rombongan disambut hangat oleh Romo Bambang.

Acara Diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapak Supadiyatman dan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh anggota. Setelah perkenalan selesai, acara dilanjutkan dengan rekoleksi yang di pandu oleh Romo Bambang . Dalam sesi ini, Romo Bambang menyampaikan bahwa refleksi terhadap dalam hidup menggereja yaitu kurang harmonisnya hubungan antara para orang tua atau senior dengan kaum muda, orang muda umumnya kurang sreg dengan orang yang lebih tua. Romo Bambang mengatakan bahwa dalam kehidupan menggereja ataupun dalam kehidupan bermasyarakat tetapi hendaknya seseorang terbuka terhadap kebutuhan yang ada dan jangan takut berbuat salah.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang telah disiapkan oleh ibu-ibu rumah tangga Pasturan Paroki Pringwulung Yogyakarta. Setelah itu, rombongan berpamitan dan bertolak menuju ke Gereja Paroki Sragen. “Angkatan tua diharapkan mampu menyesuaikan era zaman sekarang”, begitu pesan dari Bapak Ignatius Sarono selaku anggota dari paguyuban Don Bosco.(Ign Sarono)