Sambut Komuni I: “Siap untuk dipecah dan dibagi-bagi”

komuni 1

Paroki Sragen (LENTERA) – Minggu (07/06) umat Gereja Katolik seluruh dunia memperingati Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dan bersamaan dengan itu, Gereja Paroki Sragen menyelenggarakan sambut komuni yang pertama untuk 70 orang putra-putri calon penerima komuni pertama. Sebelumnya, anak-anak ini telah mengikuti serangkaian kegiatan triduum komuni pertama selama tiga hari dan telah menerima sakramen tobat.

Sebelum perayaan Ekaristi mereka berbaris rapi di halaman gereja dengan memakai kemeja putih dan didampingi orangtua atau wali mereka. Kemudian satu-persatu anak-anak bersama orangtuanya memasuki gereja dan menempati kursi yang telah disediakan. Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dipimpin oleh Romo Robertus Hardiyanta, Pr pada pukul 07.30 dengan petugas dari paduan suara caecilia sedangkan petugas lektor dan pemazmur dari anak-anak calon komuni pertama.

Dalam khotbahnya Romo Hardiyanta berpesan bahwa setelah menerima tubuh dan darah kristus, hidup anak-anak tidak untuk dirinya sendiri, melainkan siap untuk dipecah-pecah, siap untuk berbagi dan siap untuk hidup melayani. Harapannya, setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus, anak-anak terlibat dalam kegiatan misdinar minimal selama 1 tahun. Dalam akhir homili, Romo Hardiyanta tak lupa mengajak orangtua dan wali dari penerima komuni pertama untuk selalu mendukung dan mendorong anak-anak terlibat dalam pelayanan di gereja.

Saat penerimaan Komuni, anak-anak maju satu persatu dengan didampingi oleh orangtua dan wali menerima dua rupa Komuni yaitu Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan Ekaristi berjalan lancar dan khidmat dan berakhir pada Pukul 09.30, kemudian dilanjutkan acara ramah tamah bersama Romo Hardiyanta di aula SMP Saverius.

“Semoga dengan menerima tubuh dan darah kristus menjadi awal bagi anak-anak untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan di gereja dan menjadi tanda bahwa anak-anak sudah siap mengimani kehadiran Tuhan Yesus dalam Sakramen Ekaristi!” kata salah seorang pendamping memberikan kesan dan pesan kepada anak-anak penerima komuni pertama. (anik)