Melayani Dengan Kidung Pujian

DSC_2129

Salam damai Kristus,…
Seandainya kita mengikuti perayaan Ekaristi Kudus dari awal sampai akhir, namun tanpa kehadiran kidung-kidung pujian, tanpa alunan musik, iringan gending, serta lagu-lagu yang mengiringi rangkaian upacara yang penting dan sakral itu, kira-kira apa yang dapat kita rasakan? Sudah barang tentu kita merasakan ada “sesuatu yang hilang” , semuanya jadi terasa kurang, tak ada greget, tak ada warna maupun nada yang bisa membuat suasana jadi lebih hidup dan lebih bermakna.

Ibu-ibu serta sobat wanita yang terkasih, berbicara tentang musik, katakanlah musik pengiring atau paduan suara di gereja, bisa dipastikan, bahwa umat akan merasa senang dan puas apabila menyaksikan dan menikmati sajian serta penampilan paduan suara yang bagus dan kompak, penampilan solis dengan suara yang indah dan lantang, serta seorang dirigen yang handal dan mumpuni. Semua unsur yang menyatu akan mampu memberikan kontribusi yang baik, seimbang, saling mendukung dan bisa memberikan persembahan yang terbaik, ibaratnya bagaikan masakan yang pas, tidak kurang garam, atau bumbu-bumbu lainnya. Semuanya menjadi indah untuk didengar dan bisa membuat hati siapapun menjadi nges dan sejuk. Apalagi dengan alunan nada dan swara yang kita lambungkan bagi Tuhan, kita semakin mampu merasakan kehadiranNya yang nyata, mendengar sapaanNya, serta rahmat-Nya yang mengalir bagai air, selalu datang tanpa berkesudahan. Itulah makna doa yang selalu kita panjatkan kepada Tuhan, bukan hanya dengan tutur kata indah belaka, bukan sekedar memohon dan meminta atas rahmat dan karunia-Nya.

Sejatinya lewat lagu lagu pujian, kita semakin mampu memaknai rasa syukur kita kepadaNya, Sang Maha Pencipta, Sang Pemberi Hidup dan Sang Putra yang selalu hadir dengan rentang kasihNya. Itulah tampilan paduan suara yang apik diiringi alunan gamelan rancak yang terrekam pada tanggal 16 Agustus 2015,di Gereja Santa Maria Assumpta Sidoharjo,dalam rangka Ekaristi syukur menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke 70, peringatan Bunda Maria diangkat ke surga, sekaligus mangayubagyo ulang tahun imamat Romo Robertus Hardiyanto ke 29 serta pengukuhan Wilayah Sidoharjo menjadi Stasi Sidoharjo.

Nah ngomong-ngomong tentang apa yang sudah kita bahas tadi, yuk kita berkenalan dengan seorang ibu dari Lingkungan Anthonius Padua Jetak Gayam yaitu Ibu Yohana Titik Maryatun, seorang guru SD JETAK 1, berusia 54 tahun, istri dari Bapak Ignatius Surono, nenek dari seorang cucu, juga seorang pendidik, memiliki tiga orang putra-putri, dua diantaranya sudah bekerja sebagai guru, sedangkan si bungsu masih duduk dibangku SMU. Ibu Titik, demikian panggilan akrabnya boleh dibilang wanita yang serba bisa! Bagaimana tidak, selain ibu rumah tangga, yang setiap saat harus melayani suami dan anak anak, aktif dalam dunia pendidikan, aktif dalam kegiatan menggereja dan bermasyarakat, ternyata beliau juga memiliki talenta sebagai dirigen. Semua peran ganda itu ternyata bisa digelutinya dengan enjoy namun penuh semangat dan selalu mengandalkan pada campur tangan Tuhan. Ibu yang murah senyum, suka menyanyi dan terlihat awet muda ini ternyata sangat supel dan terbuka, begitu kesan penulis pada saat menjumpai beliau ketika beliau baru saja pulang dari mengajar.

Bagi beliau, melayani keluarga, sesama dan juga melayani Tuhan harus bisa dilakukan dengan selaras dan seimbang, oleh sebab itu seorang ibu dituntut untuk bisa membagi waktu dengan baik, sehingga apapun yang beliau lakukan dengan senang hati, niscaya rasa jenuh dan lelah bisa terobati. Saat penulis menanyakan apa sih kiat-kiatnya beliau bisa menjadi dirigen yang handal, luwes, menarik dan bisa menghayati dan menguasai tugas yang dipercayakannya setiap saat? Menurut beliau kunci nya adalah harus mencintai musik, giat berlatih, mau terus belajar kepada yang lebih senior, tetap semangat, dan harus selalu percaya diri kapanpun dan dimanapun akan tampil. Dan yang lebih penting selalu disertai dengan doa. Dalam hal ini ini Ibu Titik mempunyai doa andalan yaitu Doa Novena Tiga Salam Maria, yang selalu rajin didaraskannya. Lewat Doa Novena beliau telah banyak mendapatkan karunia dan mujizat dari Allah! Wah salut ya…. semoga apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Titik bisa menginspirasi bagi banyak orang, terlebih kaum wanita dan kaum muda untuk selalu siap tampil sebagai generasi penerus, karena dengan kemampuan bernyanyi, bermusik, menjadi dirigen, solis, lektor, dan sebagainya, kita akan mampu mewartakan kabar suka cita Tuhan kepada semua orang! Demikian sedikit bincang bincang kita dengan Ibu Titik, semoga bermanfaat.