Rekoleksi Panitia Kegiatan Paroki : Karya Adalah Ungkapan Iman

Ngrawoh (LENTERA) – Kurang lebih 100 orang berkumpul di Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima Ngrawoh Sragen untuk melaksanakan kegiatan Rekoleksi bersama. Ada empat kepanitiaan yang mengikuti agenda rekoleksi yaitu Panitia Hari Ulang Tahun Paroki  yaitu umat Wilayah Santo Yakobus Rasul Mojo, Panitia HPS (Hari Pangan Sedunia) yaitu umat Wilayah Santo Bartolomeus Sidoharjo, Panitia Pemberkatan Kapel Adorasi yaitu Panitia Pembangunan Taman Doa Ngrawoh, dan Panitia Penerimaan Sakramen Penguatan yaitu umat Wilayah Santo Yohanes Rasul Kedawung. Acara rekoleksi tersebut dipimpin oleh Romo Robertus Hardiyanta, Pr  setelah sebelumnya Suster Bene memimpin doa pembuka pada pukul 17.00 WIB.

Pada awal sesi rekoleksi, Romo Hardi memberi renungan singkat dengan membaca Kitab Suci Kitab Yakobus (Yak 2: 14-18) tentang iman yang tidak disertai dengan perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Iman mempunyai dua dimensi yaitu ungkapan iman contohnya membuat tanda salib, berdoa sebelum makan, berdoa sebelum tidur, mengungkapkan Syahadat, dan juga termasuk dalam hal membuat tempat ziarah atau Taman Doa. Ungkapan iman dibagi menjadi dua dimensi yaitu dimensi wajib dan dimensi manasuka. Dimensi wajib misalnya tentang liturgi yang diwariskan oleh para Bapa Gereja misalnya Liturgi Ekaristi, Liturgi sakramen-sakramen. Dimensi manasuka misalnya ziarah, berdoa rosario, devosi, membuat tempat ziarah.

Dalam hal perwujudan  iman, Romo Hardi mengatakan bahwa iman tidak hanya sekedar diungkapkan  melainkan harus diwujudnyatakan dan dihayati baik dengan perkataan maupun perbuatan. Romo Hardi mengatakan bahwa harus ada kerjasama dan saling member semangat  antara masing-masing pengurus di dalam melaksanakan tugas baik dalam kepanitiaan maupun antar panitia.

Romo Hardi menambahkan  bahwa perwujudan iman dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat adalah lewat kegiatan misalnya ikut dalam tugas jaga malam gereja, kerjabakti, memberi persembahan dengan ikhlas, memberi sedekah kepada KLMTD.

Romo Hardi berkata, “Kepanitian tersebut jangan dianggap sebagai suatu beban melainkan merupakan kesempatan untuk mewujudkan iman kita kepada Tuhan sebagai suatu persembahan. Sebagai panitia diharapkan saling bahu-membahu satu dengan yang lain bahkan diharapkan untuk mau jadi penggerak bagi umat yang lain. Kehadiran kita hendaknya bisa menjadi berkah bagi sesama. Begitu pula dengan dibangunnya Taman Doa Ngrawoh diharapkan menjadi suatu oase di tempat yang gersang!” Rekoleksi tersebut ditutup dengan  doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu MR Wara Indrasti dan berkat dari Romo Robertus Hardiyanta Pr kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah. (Bambang Sp)