Novena VIII Putaran ke 5: “Untuk Kemuliaan Tuhan Yang Lebih Besar (AMDG)”

romo suryo

Ngrawoh (LENTERA) – Bertepatan dengan Perayaan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perayaan Ekaristi Novena VIII Putaran 5 dilaksanakan Kamis (01/10) di Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima Ngrawoh, Sragen. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Agustinus Suryonugroho, Pr. Petugas liturgi umat wilayah Gondang dan petugas paduan suara Saint Mary yang beranggotakan Orang Muda Katolik (OMK) Sragen.

Dengan tema: ‘Untuk Kemuliaan Tuhan yang Lebih Besar’, Romo Suryonugroho mengajak umat untuk merenungkan pergulatan hidup Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Romo Suryonugroho mengungkapkan bahwa St. Theresia Lisieux, yang wafat di usia 24 tahun, tidak melakukan karya besar dan hebat, hanya pekerjaan-pekerjaan biara, tetapi tugas-tugas harian ini dimaknai sebagai suatu cara mencintai Tuhan untuk mencapai kemuliaan dan kekudusan. Hal ini dapat dilihat dari catatan riwayat hidup St Theresia “Kisah suatu Jiwa!”

Dalam Novena Malam Jumat Wage (01/10) tersebut, Romo Suryonugroho bercerita tentang pengalamannya di Seminari Menengah Mertoyudan. Romo Suryo membimbing para seminaris untuk dapat menemukan kesucian dengan menjalankan kehidupan harian dengan baik. Seminaris yang kurang memperjuangkan hidup rohani, yang malas dalam melakukan ekaristi harian, yang sering tidak menggunakan waktu bacaan dengan baik dan benar diberi teguran dan dibimbing oleh Romo Suryo dengan cinta dan kasih.

Menutup renungannya, Romo Suryonugroho berpesan, “Untuk mencapai kesucian dan demi kemuliaan Allah yang lebih besar dapat dilakukan melalui cara yang sederhana. Dengan menghayati pekerjaan yang kita jalani setiap hari sebagai sebuah perwujudan cinta kepada Allah maka kesucian dengan sendirinya muncul. Kalau ini terjadi maka jelas kita akan semakin banyak menemukan orang-orang suci di sekitar kita!”

Romo Suryo juga mengungkapkan harapan yang besar dengan adanya taman doa yaitu menjadi oase iman dalam membangun kesucian hidup dan untuk memuliakan Allah, dan jangan sampai tempat yang begitu besar hanya menjadi tempat sampah karena tidak pernah dirawat dan tidak menghantarkan seseorang pada Tuhan. (Srie)