Rekoleksi WKRI Cabang Sragen

WKRI

Masaran (LENTERA) – Dalam rangka HUT ke 91, WKRI Cabang Sragen mengadakan Rekoleksi dengan tema “Membangun Kepedulian Demi Meningkatkan Kualitas Hidup dan Ketahanan Masyarakat”, Minggu (06/09) bertempat di rumah Bapak Wiranto, Lingkungan Dawungan, Masaran.  Rekoleksi dengan narasumber Romo FX. Suyamta Kirnasucitra, Pr ini bertujuan untuk memperbaiki diri agar dapat melayani dengan meneladan Sang Guru Sejati di Era Globalisasi. , pada hari. Rekoleksi dihadiri oleh Bapak Albertus Hanung Triwibowo selaku Ketua Bidang IV Dewan Paroki Sragen. Peserta rekoleksi berasal dari dua ranting yakni Ranting Gemolong dan Ranting Jenawi  dan 26 lingkungan di Paroki Sragen yang berjumlah 121 orang.

Kegiatan rekoleksi dimulai pukul 08.30, diawali registrasi peserta dilanjutkan menyanyikan Mars WKRI dan doa dipimpin oleh Ibu Hartati Surono dilanjutkan laporan Ketua ppanitia oleh iIbu Imelda Sugeng Purwanti. Bapak Hanung selaku perwakilan dari Dewan Paroki Sragen menyampaikan hal yang penting bagi peserta rekoleksi. Pertama, dalam memilih Kepala Daerah saat Pilkada tanggal 9 Desember 2015 perlu memperhatikan calon yang memiliki rasa nasionalis, pluralis, dan pro KLMTD. Kedua, perlu ditingkatkan kepedulian terhadap keluarga antara lain hubungan suami, istri, pendampingan anak, dan Narkoba. Ketiga, kunjungan atau visitasi bunda Maria ke lingkungan mohon keterlibatan umat.

Serba-serbi disampaikan oleh Ketua Wanita Katolik RI Cabang Sragen Ibu Florentina Suprapti yang menyampaikan tentang kepesertaan anggota dan pemutakhiran data perlu dilakukan berkaitan dengan pengadaan Kartu Peserta Anggota, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dari bulan Januari 2015-September 2015, anggota biasa dan anggota luar biasa, dan iuran anggota ke DPD.

Materi utama disampaikan oleh Romo FX Suyamta: Tugas kaum awam untuk mengkuduskan kehidupan bernegara adalah dengan terlibat langsung maupun tidak langsung guna menciptakan kemakmuran bersama. Dalam upaya nyata, diperlukan usaha terencana misalnya pendampingan iman kaum muda dan perempuan agar terlibat dalam hidup bermasyarakat. Umat Katolik Keuskupan Agung Semarang diharapkan menjadi penggiat dan penggerak untuk mewarnai dunia sosial politik agar semakin nyata “terang telah hadir” di tengah bangsa ini. Aktif terlibat dalam mengurus RT/RW, Kelurahan, Kecamatan; kaum muda yang berumur 18 tahun ikut terlibat dalam organisasi sosial kemasyarakatan seperti WKRI, PMKRI, Forum Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) dll. Ormas-ormas Katolik dan pengurusnya perlu bangkit dan bergerak, membawa sinar terang. Rekoleksi berakhir pada pukul 11.45 dengan ditutup perayaan ekaristi pada pukul 12.00. (WKRI)

 

Foto: Sukarni Mboke