“Hero in You”

soegijaDalam sejarah gereja, terdapat banyak orang kudus yang dianugrahi penghargaan oleh Gereja dengan diproklamirkan sebagai seorang yang kudus. Mereka diberi penghargaan karena keutamaan dan kesuciannya semasa hidup. Mereka memang sudah tidak lagi hidup di tengah-tengah kita. Merekapun tidak merasakan apa artinya bintangpenghargan dengan disebut sebagai “pahlawan orang kudus’. Jika seorang menabur benih gandum yang baik, maka meskipun sudah lama sekali, bertahun-tahun, masih bisa tumbuh dan berkembang. Demikian pula jika kita bersedia menabur benih-benih kebaikan, keadilan dan cintakasih, biarpun nanti sudah tiada, nama kita akan dikenang bertahun-tahun, mungkin bahkan sampai berabad-abad lamanya.

Hukum alam ini juga berlaku pada kita. Buah hasil yang menentukan tidak terletak pada kecemerlangan hidup di dunia, tidak terletak pada titel yang disandang, tidak terletak pada rencana-rencana yang hebat, jerih payah atau prestasi yang mumpuni. Itu semua memang bagus, terpuji, dan indah, tetapi hal yang menentukan justru datang pada saat waktu kematian. Orang yang banyak jasanya, hidup terkenal baik, murah hati, tetapi apabila pada akhir hidupnya ternoda karena penyelewengan maka segala jasa dan kebaikan masa hidupnya akan hilang sirna. Sebaliknya orang yang semasa hidupnya tidak pernah disebut-sebut jasanya dan keistimewaannya, setelah meninggal akan terungkap segala kebaikannya. Rupa-rupanya kematian itu membuka rahasia yang menyelubungi hidup.

Begitu juga dengan sosok pahlawan orang kudus, bisa diibaratkan sebagai “garam dunia”. Pernahkan kita merenungkan guna dan  manfaat garam yang dikatakan Yesus ketika menyebut murid-murid-Nyasebagai garam dunia itu? Dalam Injil Matius 5, Tuhan Yesus mengubah gambaran tentang apa artinya menjadi orang Krsten. Gambaran pertama adalah garam. “Kamu adalah garam dunia” (Matius 5:13a). Dalam dunia perdagangan kuno, sebelum digunakan uang, garam mempunyai nilai yang sangat tinggi. Rupanya Yesus tahu betul nilai-nilai garam yang sudah dikenal ribuan tahun sebelum Yesus hidup di dunia.

Gambaran kedua, Yesus memakai istilah ‘terang’. “Kamu adalah terang dunia”(Matius 5:14a). terang berfungsi untuk memberi sinar menerangi  dan  menuntun orang lain yang ada dalam kegelapan. Artinya murid-murid Yesus hendaknya bisa menjadi pemimpin, penuntun yang membimbing orang ke jalan kebenar.

Sama halnya gambaran ‘pahlawan’, kitapun bisa menjadi pahlawan, karena pada hakekatanya dalam diri kita ada jiwa kepahlawanan “Hero in You”. Kita dipanggil ntuk menjadi pengikut Yesus untuk menjadi garam dan terang dunia. Menjadi garam tidak usah terlalu asin. Kesaksian hidup beriman kita tidak perlu berlebihan.  Menjadi terang dunia juga tidak harus seperti matahari atau lampu spotlight yang menyilaukan. Kalau kita hanya bisa seperti lilin yang nyalanya berkedip-kedip, jadilah lilin yang setia nyalanya. Nyala lilin tampak sepele, tetapi lihat saja bila listrik padam pada malam hari, semua orang yang berada dalam kegelapan pasti akan mencari cahaya lilin yang berkedip-kedip itu.

 

Berikut sepenggal cuplikan syair lagu “Hero” by Mariah Cerey

There’s a hero if you look inside your heart.

You don’t have to be afraid of what you are.

There’s an answer  if you reach into your soul.

And the sorrow that you know will melt away.

And then a hero comes a long.

With the strength to carry on.

And you cast your fears a side.

And you know you can survive.

So when you feel like hope is gone.

Look inside you and be strong.

And you’ll finally see the truth.

That a hero lies in you.

Ibu Ani Rahayu