Tirakatan HUT 58 Paroki Sragen

20151022_036

Paroki Sragen (LENTERA) – Semarak Peringatan HUT ke-58 Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen tidak hanya dirayakan dengan umat Katolik di Paroki saja, tapi juga bersama warga RW IV Kampung Mageru. Pada hari Kamis (22/10) diadakan MALAM TIRAKATAN HUT KE-58 PAROKI SRAGEN bersama warga kampung Mageru yang merupakan warga sekitar dimana Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen berada.

Dalam sambutannya Romo Robertus Hardiyanta, Pr mengatakan bahwa selayaknya kita bersyukur atas peringatan Ulang Tahun Paroki Sragen yang telah menginjak usia yang ke 58. Usia yang sudah dikatakan Mapan (nggenah) untuk menjadi tempat pendidikan membentuk sikap dan kepribadian umat beriman dalam hidup berbangsa dan bernegara. Harapan di usia 58 tahun, umat Paroki Sragen semakin mapan, senantiasa terlibat dalam pembangunan mental dan spiritual umat serta membaur dengan masyarakat. Iman mendalam dan tangguh adalah hal yang selalu dibina. Seturut Ensiklik Paus Fransiskus tentang Peduli Lingkungan Hidup, Romo Hardi juga mengajak umat untuk senantiasa memelihara keutuhan ciptaan dan mencintai lingkungan. Apalagi saat ini pemanasan global menjadi isu utama di dunia dan di tengah keprihatinan bencana asap yang melanda bangsa indonesia karena pembakaran hutan saat ini.

Sedangkan Bapak Dr. H. Suwarno (Ketua RW IV Mageru) pada kesempatan itu atas nama warga Kampung Mageru mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 58 bagi Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Sikap toleransi yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu akan selalu dilestarikan secara terus menerus. Kita semua semua mempunyai tanggungjawab untuk senantiasa menjaga suasana damai dan kondusif, khususnya di Kampung Mageru. Mengutip ungkapan Bupati Sragen, bahwa Kabupaten Sragen juga disebut dengan bumi Sukowati. Sukowati dalam bahasa Sansekerta berarti Negeri Kebahagiaan Abadi. Maka seluruh warga masyarakat Sragen senantiasa mengharapkan dan mengupayakan untuk selalu bahagia hidup berdampingan.

Acara Tirakatan ini diwarnai dengan pemotongan tumpeng HUT Paroki oleh Romo Hardi yang kemudian diserahkan kepada Bapak H. Suwarno selaku perwakilan warga kampung Mageru. Acara dimeriahkan dengan hiburan Orgen Tunggal, mulai dari para Romo Paroki, Ibu RW dan warga semua menyumbangkan lagu yang membuat acara makin semarak. (dn)