Seminar Pendidikan Politik WKRI Sragen

wkri sragen

“MENENTUKAN PILIHAN DENGAN CERDAS”

Paroki Sragen (LENTERA) –  Dalam rangka menyambut pemilihan umum kepala daerah (PEMILUKADA) di Kabupaten Sragen pada tanggal 9 Desember, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Mitra Perempuan dan berkerja sama dengan Orang Muda Katolik (OMK) Sragen, mengadakan seminar pendidikan politik dengan tema: “Menentukan Pilihan Dengan Cerdas.” Seminar tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (29/11) di Aula SMP Saverius. Narasumber utama seminar tersebut adalah Bapak Dr. Andreas Kosasih, M.Pd yang menjadi Ketua Bidang VI Dewan Paroki Sragen, dan pemerhati politik di Kabupaten Sragen.

Acara yang dilaksanakan pada pukul 10.00 tersebut, dihadiri oleh kurang lebih 70 orang peserta yang terdiri dari perwakilan umat lingkungan di Paroki Sragen. Acara seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan sambutan yang sekaligus membuka acara seminar oleh Bapak Albertus Hanung sebagai perwakilan dari Dewan Paroki. Dalam sambutannya Bapak Hanung menegaskan bahwa  umat di Paroki Sragen, harus cerdas dalam memilih calon kepala daerah di Kabupaten Sragen. Tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal non teknis seperti money politics. Dalam akhir sambutannya bapak Hanung menjelaskan bahwa umat di Paroki Sragen harus memperhatikan kualitas calon pemimpin dan latar belakang partai pengusung calon, serta memilih pemimpin yang nasionalis dan memperhatikan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (KLMTD).

Dalam pemaparan materinya, Bapak Kosasih memberikan gambaran bahwa walaupun umat Katolik ini hanya 1% dari populasi di Sragen, tetapi pengaruhnya sangat kuat di Kabupaten Sragen. Hal itu dapat dibuktikan dengan pejabat penting dan pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Daerah Kabupaten Sragen diemban oleh umat Katolik. Dalam paparannya, Bapak Kosasih menjelaskan mengenai kekuatan dan kelemahan masing-masing calon bupati dan wakil bupati. Tujuannya agar umat dapat menimbang-nimbang sebelum memilih calon pemimpin, sehingga tidak menempatkan suaranya pada pilihan yang salah. Di akhir acara, Ibu Florentina Suprapti, selaku ketua WKRI mengucapkan terima kasih atas keterlibatan umat yang hadir dan bisa lebih ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya. (WKRI)