Misa Syukur Atas Novena Putaran V & Ibadat Adorasi

ngrawoh

Ngrawoh (LENTERA) – Perayaan ekaristi Misa Syukur Atas Novena Putaran 5, Kamis (10/12) dilaksanakan pukul 16.30, dengan tema yang direnungkan adalah “Allah Menuntun Engkau dalam Perbuatan Benar”. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Robertus Hardiyanta, Pr. Petugas liturgi dipercayakan kepada Tim Taman Doa dan dibantu paduan suara lingkungan Plumbungan Indah.

Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan di Kapel Adorasi Ngrawoh tersebut diiringi dengan hujan yang turun membasahi taman doa tersebut, begitu Perayaan Ekaristi Syukur dimulai. Namun demikian, tidak menyurutkan antusiasme kira-kira 200 orang umat yang hadir.

Dalam homilinya, Romo Hardiyanta menyampaikan bahwa kerinduan dan harapan akan adanya Taman Doa ini adalah untuk menggali dan menghidupi spiritualitas St. Perawan Maria Fatima yaitu pentingnya pertobatan; bukan sekedar menangisi segala dosa dan kelemahan akan tetapi perubahan sikap hidup menuju ke arah yang lebih baik dan luhur.

Romo Hardi mengingatkan Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang tahun 2016-2020 yang terdiri dari 2 kata kunci yang muncul, yaitu inklusif dan inovatif-transformatif. Inklusif berarti terbuka, yaitu Gereja membuka hati dan diri bagi semua orang, terutama menempatkan perbedaan sebagai sebuah kekayaan yang saling melengkapi dan bernilai positif. Makna inovatif atau lebih dalamnya transformatif adalah sebuah pembaharuan total, bukan sekedar tindakan membenahi yang rusak. Inovatif-transformatif adalah merubah secara total dalam semua sikap dan perilaku hidup. Tujuannya adalah keluhuran martabat kehidupan manusia.

Lebih lanjut, Romo Hardi menyampaikan bahwa dalam Injil Matius (Mat. 11:16-19) Yesus Kristus menunjukan sikap tegas dengan mengecam keras sikap apatis. “Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Pertobatan menuntut sikap peduli dan terlibat untuk memberikan diri secara tulus kepada yang lain. Inilah bentuk dari kepedulian dan keterlibatan yang terdalam. Dapat kita lihat dari kehidupan di masyarakat misalnya tetangga kekurangan air, mereka yang berkelebihan akan memberikan airnya pada yang lain, ngangsu nganggo klenthing, tanpa bayar. Untuk dapat hidup dalam kebersamaan secara rukun dan tenteram, orang dengan ketulusannya memberikan apa yang dimiliki, tanpa pamrih. Mungkin ini adalah hal yang langka,” Keberadaan dan pengembangan Taman Doa Ngrawoh membutuhkan semangat kepedulian dan keterlibatan secara nyata dengan menghayati iman dan menghidupi secara iman secara untuk makin tangguh dan terlibat secara nyata (missioner).

Setelah ekaristi, dilanjutkan dengan ibadat adorasi hingga pukul 24.00 WIB. Petugas pemandu Ibadat Adorasi dipercayakan kepada team Panitia Taman Doa St. Perawan Maria di Fatima Ngrawoh.(srie)