Pelantikan Prodiakon: Menemukan Kembali Kristus di dalam Keluarga

IMG_175141879486182_resize

Paroki Sragen (LENTERA) – Pada Pesta Keluarga Kudus Nazaret, pelantikan Prodiakon Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen dilaksanakan. Romo Robertus Hardiyanta, Pr memimpin Perayaan Ekaristi hari Minggu (27/12) pukul 07.30. Perayaan Ekaristi yang mengambil tema “Bersama Keluarga Kudus Memaknai Kehadiran Allah dalam Keluarga” tersebut, juga merupakan perayaan Natal Adi sepuh (lansia).

Dalam homilinya, Romo Hardiyanta mengatakan bahwa keluarga di paroki Sragen juga harus meneladan Keluarga Kudus Nasaret dalam usahanya untuk mencari Yesus yang hilang. Bacaan Injil pada hari tersebut mengangkat tentang kisah Yesus yang hilang dan diketemukan di Bait Allah (Luk2:22.39-40). Romo Hardiyanta mengatakan, “Pengalaman kehilangan Yesus mungkin adalah pengalaman yang terjadi di dalam keluarga kita. Keutamaan yang bisa di teladan dari Keluarga Kudus Nasaret adalah membawa segala sesuatunya di dalam doa sehingga pada akhirnya dapat menemukan Yesus di dalam keluarga.”

Pada calon prodiakon, Romo Hardiyanta berpesan bahwa prodiakon mempunyai tugas untuk mengembalikan Kristus di tengah-tengah keluarga, terutama umat yang sedang mengalami sakit. Hal tersebut bukan hanya sebagai tugas atau kewajiban semata melainkan sebagai suatu pengalaman rohani untuk menghadirkan Kristus di tengah-tengah orang yang menderita sakit.
Romo Hardiyanta juga memberikan peneguhan untuk adi sepuh yang hadir yaitu bahwa seseorang yang telah lanjut usia adalah orang yang menjadi suri teladan di dalam keluarga dari contoh pengalaman hidupnya, maupun dari pengalaman rohani, dan yang paling utama adalah menjadi berkat bagi keluarga.

Pada prosesi pelantikan calon Prodiakon Paroki Sragen, Bapak Andreas Kosasih, selaku Dewan Paroki Sragen, memanggil calon prodiakon. Sebanyak 69 orang yang berasal dari 45 lingkungan di Paroki Sragen mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi prodiakon dan akan menjalankan tugas masa bakti 2016-2018. Romo Hardiyanta menegaskan bahwa, calon prodiakon yang belum dilantik, akan dilantik secara tersendiri. (atmadi)