Novena Pertama, Putaran 6 Taman Doa Ngrawoh : “Iman : Membutuhkan Tindakan Nyata”

SAM_4959

Ngrawoh (LENTERA) – Perayaan Ekaristi Novena pertama, Putaran VI mengambil tema “Iman : Mbetahaken Tindak Sanyata”. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Robertus Hardiyanta, Pr. Petugas liturgi dari wilayah Paulus. Umat yang hadir dalam perayaan ekaristi malam Jumat Wage (14/01) kira-kira ada 400 orang.

Dalam homilinya, Romo Hardi menyampaikan bahwa hakekat dari iman adalah kemampuan seseorang untuk menangkap kehadiran Allah dalam kehidupan. Allah hadir dan terlibat dalam kehidupan manusia tetapi terkadang manusia sering tidak mampu menangkap kehadiran Allah secara benar. Hal tersebut seperti yang tertulis dalam Kitab Samuel (1Sam8:4-7,10:22a) yang menggambarkan bagaimana ketidakmampuan umat Israel untuk menangkap kehendak Allah, meskipun sudah diingatkan oleh Samuel, tetapi umat Israel tetap meminta sosok raja walaupun pada akhirnya Tuhan memilih Saul sebagai Raja Israel.

Romo Hardi juga menjelaskan tentang Injil Markus (Mrk2:1-12) yang menggambarkan tentang bagaimana keteguhan iman membuat orang untuk mengupayakan daya kreatifitas untuk terus berupaya bertemu dengan Allah. Upaya membuka atap rumah dan menurunkan orang sakit dari atap menggambarkan bahwa harapan untuk berjumpa dengan Allah membuat seseorang melihat jalan baru untuk semakin merasakan rahmat dan belas kasih Tuhan.

Lebih lanjut, Romo Hardi menyampaikan bahwa iman tidak hanya terbatas pada altar, tetapi mendorong seseorang untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui perkataan, tindakan, cara hidup dan pelayanan di masyarakat. Selain itu, iman akan semakin berkembang jika seseorang terus berusaha untuk membangun kesatuan yang intens dengan Allah sendiri. Romo Hardi berkata, “Mendiang Mgr. Puja Sumarta, Pr mengungkapkan bagaimana beliau memaknai dalam membuat tanda salib ndumuk bathuk: mengerti siapa yang dipercaya; ndumuk dhadha: menghayati dan menghidupi yang dipercaya dengan kedalaman rasa serta berserah diri; ndumuk pundak kiwa-tengen: menghayati iman dalam pekerjaan hidup sehari-hari.”

Iman mendorong umat untuk hidup sumadulur berdasarkan cinta kasih, serta mampu membangun komunitas yang hidup dengan semua orang secara baik, tanpa membeda-bedakan, menghakimi, dan menjelek-jelekan orang lain. Hidup adalah sebuah communion (kesatuan), di mana Allah menjadi sumber dan pengikat dari kesatuan hidup tersebut.
Setelah Perayaan Ekaristi Novena tersebut, ada Ibadat Adorasi di Kapel Adorasi hingga pukul 24.00. Hal ini tradisi baru yang ingin dikembangkan di Paroki Sragen, agar iman umat semakin cerdas, tangguh, dan misioner .( Srie)