Perayaan Natal Bersama Warga Binaan Lapas Sragen

IMG_20160131_233856

Lapas Sragen (LENTERA) – Dalam rangka merayakan kelahiran Yesus Kristus, persekutuan doa Padre Pio mengadakan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (3/1), bertempat di Ruang Ibadah Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Sragen. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB, diikuti oleh warga binaan yang beragama kristiani dan beberapa perwakilan umat Gereja Paroki Sragen.

Acara dibuka dengan nyanyian pujian yang dipersembahkan oleh warga binaan, kemudian dilanjutkan dengan doa dan firman peneguhan oleh Romo FX Suyamta. Romo Suyamta berpesan kepada warga binaan bahwa Tuhan pasti telah mengampuni segala kesalahan-kesalahan yang kita perbuat dengan kita memohon kepadaNya, karena sesungguhnya Tuhan Allah telah mencintai kita dalam rupa apapun. Hendaknya masa-masa di tahanan ini menjadi masa permenungan dan penebusan kesalahan yang telah diperbuat karena melanggar hukum negara.
Acara selanjutnya adalah sambutan dari Bapak Albertus Hanung sebagai perwakilan umat dan Dewan Paroki, yang kemudian dilanjutkan dengan kesaksian dari warga binaan. Dua orang perwakilan dari warga binaan menceritakan kisah hidupnya hingga bisa masuk kedalam penjara. Bapak Bayu dari pihak Pejabat Lapas juga turut memberikan kesaksian hidupnya dari sakit yang dideritanya hingga bisa sembuh seperti sedia kala berkat bantuan doa-doa dari persekutuan doa Padre Pio, tak lupa Bapak Bayu mengucapkan terima kasih atas kerelaan hati umat Paroki Sragen untuk mengunjungi dan berbagi kebahagiaan dengan warga binaan Lapas Sragen.

Diakhir acara ada pembagian bingkisan berupa kaos dan sedikit santapan siang kepada warga binaan. “Terima kasih atas kepedulian umat Gereja Katolik Sragen yang telah rela meluangkan waktu untuk merayakan natal disini, semoga dengan kepedulian ini dapat membangun semangat pertobatan kami, sehingga kami semakin menjadi lebih baik kedepannya” kesan salah satu warga binaan Lapas Sragen. “Sampah saja masih bisa didaur ulang, apalagi kita yang diciptakan menurut citra Allah”. (Padre Pio)